| Salah satu profesi masyarakat di perdesaan di wilayah Kalteng yakni, nelayan. |
Gerbang Desa – Menteri Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar telah memfokuskan diri untuk wujudkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrem di 2024 mendatang.
Aksi yang dilakukan untuk penanganan Kemiskinan Ekstrem diantaranya, poin pertama, pengurangan pengeluaran dalam bentuk gerakan asupan kalori harian, bedah rumah, cek kesehatan oleh Posyandu, BPJS Kesehatan dan Beasiswa.
Poin kedua, peningkatan pendapatan pada level desa mengandalkan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang menjadi fokus utama tangani keluarga miskin ekstrem, kemudian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, penguatan BUMDes dan program pemberdayaan.
Poin ketiga yaitu, pembangunan kewilayahan yang terdiri dari sanitasi permukiman keluarga miskin dan miskin ekstrem, kemudian sarana dan prasarana transportasi permukiman keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Poin keempat, pendampingan desa dengan fokus RKPDes dan APBDes untuk penanganan warga miskin dan miskin ekstrem sesuai dengan RPJMN 2020-2024 kemudian pendampingan kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Poin kelima yaitu, kelembagaan berupa penguatan posyandu untuk keterpaduan layanan sosial dasar.
Target penuntasan kemiskinan ekstrem pada 2021 sebanyak 35 kabupaten/kota untuk 8.263 desa. Tahun 2022 ditargetkan di 138 kabupaten/kota pada 29.632 desa dan tahun 2023 bakal dilaksanakan pada 261 kabupaten/kota untuk 37.523 desa. (gd-min)















