JAKARTA, gerbangdesa.com – Rachmat Gobel, Wakil Ketua DPR RI bidang Korinbang, mengatakan pemerintah harus fokus menciptakan pemerataan ekonomi, memerangi kemiskinan, dan memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan pangan secara umum.
“Subsidi ditujukan untuk orang miskin, bukan untuk orang lemah. Mari kita gunakan akal sehat dan hati nurani dalam negeri. Mana yang lebih penting dan lebih penting, pembangunan pertanian dengan mendukung petani dan pertanian atau mendukung mobil listrik dan pengusaha kaya?” kata Gobel dalam siaran persnya, Selasa (16/5/2023).
Ia mengesahkannya sebagai respon atas kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi untuk sepeda motor listrik dan subsidi untuk mobil listrik. Gobel mengatakan, menteri yang bekerja sebagai asisten presiden harus sejalan dengan visi presiden.
“Visi presiden yang baik harus kita jaga. Jangan berbelit-belit. Anggaran negara harus kita kendalikan untuk kepentingan rakyat. APBN itu dari pajak rakyat. Jadi harus kembali ke masyarakat,” kata Gobel.
Gobel mengaku prihatin dengan kondisi pertanian di Indonesia saat ini. Menurutnya, Indonesia bisa swasembada beras meski di puncak Covid-19. Namun pada 2023, pemerintah bersiap mengimpor beras hingga 2 juta ton.
Kementerian Pertanian (Kementan) dan BPS mengumumkan di awal rencana impor ini bahwa produksi beras Indonesia cukup untuk kebutuhan nasional. Namun, Bulog menyatakan pasokan beras di gudang Bulog sudah menipis. Sesuai aturan, impor harus dilakukan.
Kebenaran informasi tidak dapat dibantah, namun dapat dipastikan subsidi pupuk untuk petani akan terus berkurang. Tentu ini menjadi masalah besar bagi para petani. Sebagian besar petani kita adalah petani kecil. Mereka adalah petani kecil yang penghasilannya cukup untuk hidup sehari-hari, sehingga mereka membutuhkan bantuan pupuk dan benih selama masa tanam. Itupun hanya sebagian kecil yang mendapat subsidi pupuk. Kalau subsidi dikurangi, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada mereka, kata Gobel.
(*/ary)
dilansir dari: tribunnews.com















