PADANG, gerbangdesa.com – Para insan pers di Sumatra Barat (Sumbar) marah besar terhadap Gubernur Mahyeldi beserta jajarannya. Pasalnya, mereka telah diduga merendahkan profesi jurnalis ketika peliputan. Bahkan, pelecehan itu terjadi berkali-kali.
Ada beberapa pemicu yang membuat hubungan antara pemburu berita dengan Gubernur Sumbar tersebut yakni, mudah menyatakan berita yang dibuat wartawan hoaks, tertutup dengan wartawan karena terkesan gubernur dan wakil gubernur Sumbar tidak memerlukan media.
Selain itu, baru-baru ini pegawai pemprov mengusir seluruh wartawan ketika meliput pelantikan Wakil Wali Kota Padang di Rujab gubernur, belum lama tadi.
Alhasil, pada pengusiran itulah membuat kemarahan para jurnalis di Sumbar kepada Gubernur Mahyeldi memuncak hingga melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumbar, Rabu 10 Mei 2023. Ada empat organisasi melakukan aksi tersebut diantaranya, AJI, PWI, IJTI dan PFI Padang
“Pengusiran ini yang jadi pemicu insan pers marah. Karena acap kali Mahyeldi melecehkan profesi jurnalis yang telah bekerja dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalis,” ucap Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang Aidil Ichlas kepada wartawan yang dikutip melalui republika.co.id, Minggu 14 Mei 2023.
Selain melakukan demontrasi, jurnalis yang tergabung di Koalisasi Wartawan Anti Kekerasan (KWAK) melaporkan 2 oknum pegawai pemprov Sumbar karena telah mengusir wartawan ketika acara pelantikan kepada pihak berwajib.
“Kami harapkan laporan ini ditindaklanjuti dan diproses secara hukum, supaya ada titik terang siapa dalangnya,” saran Aidil.
Dia juga menegaskan bahwa para jurnalis di Sumbar mendesak gubernur minta maaf kepada para insan pers atas pelecehan yang telah dilakukan baik oleh Mahyeldi maupun jajarannya yang dilakukan berkali-kali.
“Kami berharap gubernur meminta maaf. Kami juga mengharapkan Mahyeldi harus memperbaiki hubungan atau komunikasi dengan masyarakat pers di Sumbar,” ujar Aidil.
Muhammad Arif Pribadi, Ketua PFI Padang membeberkan bahwa kemarahan para insan pers tidak hanya melakukan demo bahkan memboikot pemberitaan hingga pembatalan kontrak kerja sama.
“Para insan pers Sumbar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan media atas semangat kebersamaan terhadap perjuangan yang dilakukan termasuk inisiatif memboikot berita dan pariwara,” ucap Arif. (*)















