SAMPIT, gerbangdesa.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) telah siap menganggarkan sebesar Rp 15 miliar lebih melalui APBD Kalteng tahun anggaran 2023.
Dana cukup fantastis itu digunakan untuk pembangunan Rice Milling Unit (RMU) di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“RMU yang dibangun ini merupakan terbesar di Kalteng. Tujuannya untuk menjaga ketahanan pangan karena RMU ini nantinya untuk melayani tiga kabupaten seperti Kotim, Seruyan dan Katingan,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ketika Kunker untuk memantau harga pangan di ke Kecamatan Baamang, akhir pekan tadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kotim Sepnita membenarkan, pembangunan RMU modern dan terbesar di Kalteng ini di Desa Lampuyang dengan luasan lahan yang disiapkan sekitar 6 hektar.
“Terpilihnya Desa Lampuyang sebagai tempat pembangunan RMU karena desa ini lokasinya sangat strategis. Selain itu, Lampuyang juga sebagai penghasil padi untuk ketahanan pangan khususnya di wilayah selatan Kotim,” ujar Sepnita.
Dia juga menargetkan pembangunan RMU menggunakan APBD Provinsi Kalteng sebesar Rp15 miliar lebih di Desa Lampuyang, paling lambat sebelum akhir tahun 2023 sudah operasional.
“Kapasitas RMU yang dibangun ini 3,5 sampai 4 ton per jam, sedangkan mesin dryer atau pengering gabah untuk kapasitas 30 ton per jam,” pungkasnya. (mar/fin)














