GERBANGDESA.COM, Sampit – Hujan mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Minggu (13/9/2026) siang.
Meski turun dalam waktu singkat, guyuran air tersebut disambut lega warga yang berharap hujan mampu membasahi lahan kering, menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mengurangi kabut asap.
Hujan terpantau terjadi di sejumlah kawasan, di antaranya Baamang, Mentawa Baru Ketapang hingga Cempaga. Di Baamang Barat, hujan hanya berlangsung sekitar 10 menit. “Baamang Barat hujan sekitar 10 menit,” ujar warga setempat, Wahyudi.
Meski singkat, hujan tersebut dinilai memberi sedikit kelegaan setelah sejumlah kawasan sebelumnya diselimuti kabut asap.
Namun, turunnya hujan belum menjadi jaminan kondisi cuaca akan terus membaik.
Prakirawan BMKG Kotim, Alfa Centauri K., mengatakan hujan yang terjadi kemungkinan berkaitan dengan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).
“Untuk hari ini kemungkinan besar karena operasi modifikasi cuaca, karena rute modifikasi cuaca mencakup Katingan, Seruyan dan Kotawaringin Barat,” jelas Alfa.
BMKG memprakirakan cuaca Kotim dalam tiga hari ke depan cenderung cerah hingga berawan dan belum terdapat potensi hujan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap perlu waspada karena guyuran singkat belum cukup membasahi seluruh lahan yang masih kering dan berpotensi terbakar.
“Untuk tiga hari ke depan tidak ada potensi hujan, hanya cerah hingga berawan,” imbuhnya.
Warga berharap hujan kembali turun dengan durasi lebih lama agar membantu menekan karhutla dan membersihkan udara dari kabut asap. (sgt/fin)















