GERBANGDESA.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menargetkan Swalayan UMKM Sampit segera memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyusul pergantian pengelola dan pembenahan sistem manajemen. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi swalayan sebagai pusat ekonomi berbasis produk lokal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim, Muslih, menyampaikan harapannya agar pengelola baru mampu bergerak cepat menghidupkan kembali aktivitas swalayan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional guna meningkatkan kunjungan serta transaksi.
Pergantian pengelola dilakukan setelah pihak sebelumnya mengundurkan diri. Pemerintah daerah kemudian menunjuk Rahmad Noor sebagai pengelola baru yang resmi menerima mandat pada 8 April 2026. Pengelola baru diberi waktu tiga bulan untuk melakukan pembenahan sebelum mulai dikenakan kewajiban retribusi.
Swalayan yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso ini dirancang menyerupai ritel modern dengan tetap mengedepankan produk UMKM lokal, seperti makanan, minuman, hingga kerajinan khas daerah. Selain menjadi sarana promosi dan distribusi, keberadaannya juga diharapkan menjadi sumber pemasukan daerah yang berkelanjutan.
Rahmad Noor mengungkapkan, salah satu fokus utama yang akan dilakukan adalah meningkatkan promosi agar swalayan lebih dikenal masyarakat, termasuk wisatawan. Ia menilai konsep sebelumnya sudah baik dalam merangkul pelaku UMKM, namun kurang maksimal dalam aspek publikasi dan daya tarik pengunjung.
Berbagai strategi pun disiapkan, mulai dari penyelenggaraan event rutin seperti lomba, pertunjukan seni, hingga bazar berkala. Selain itu, program undian berhadiah juga akan digelar untuk menarik minat pembeli. Dengan langkah tersebut, pengelola optimistis Swalayan UMKM Sampit dapat kembali aktif dan segera menyumbang PAD bagi daerah.(*/d)















