GERBANGDESA.COM, Sampit – Pergerakan calon pemudik melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit mulai meningkat meski posko resmi angkutan Lebaran belum dibuka. Pada Minggu, 1 Maret 2026, KM Lawit yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia memberangkatkan 617 penumpang menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas dan menurunkan 139 penumpang setibanya di Sampit.
Suasana terminal penumpang tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Aktivitas kedatangan dan keberangkatan yang meningkat menjadi indikasi awal ramainya arus mudik tahun ini.
“Walaupun posko Lebaran baru dibuka 6 Maret, jumlah penumpang sudah mulai naik sejak awal bulan,” ujar Kepala Pelni Cabang Sampit, Siti Nafillah, kepada awak media, kemarin.
Menurut Siti, okupansi kursi untuk tujuan Surabaya terisi cukup tinggi pada pelayaran tersebut.
Ia menilai tingginya minat masyarakat menunjukkan transportasi laut masih menjadi pilihan utama untuk perjalanan jarak jauh saat musim mudik.
“Khusus rute Surabaya, keterisian kursi cukup signifikan dibanding hari biasa,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pelni menyiapkan tiga armada yang melayani rute Sampit, yakni KM Lawit, KM Leuser, dan KM Kelimutu, dengan total lima kali jadwal kunjungan kapal.
Namun, operasional KM Kelimutu masih menunggu selesainya proses docking. “Setelah perawatan rutin selesai, kapal akan kembali beroperasi guna memperkuat layanan mudik,” jelas Siti.
Di sisi lain, proses embarkasi berlangsung relatif tertib meski sempat terjadi antrean. Petugas pelabuhan terlihat sigap mengatur arus penumpang agar tetap lancar dan aman.
Salah seorang pemudik asal Kabupaten Seruyan, Edi Sutomo, mengaku memilih kapal laut karena ongkosnya lebih terjangkau.
“Tiketnya Rp234 ribu sampai Surabaya, lebih hemat. Dari sana saya lanjut travel sekitar enam jam ke Jepara,” tuturnya.
Pelni memproyeksikan puncak arus mudik di Pelabuhan Sampit akan terjadi pada 16 Maret 2026, bertepatan dengan jadwal keberangkatan KM Lawit menuju Semarang.
Jumlah penumpang pada tanggal tersebut diperkirakan meningkat tajam dibandingkan hari-hari sebelumnya, seiring mendekatnya perayaan Lebaran. (fit/fin)














