GERBANGDESA.COM, Sampit – Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Akhyannoor, menegaskan pembangunan jaringan listrik menuju Kecamatan Pulau Hanaut harus berjalan sesuai target dan tidak boleh molor.
Ia menyebut, proyek ini menjadi harapan besar masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses listrik.
Jaringan listrik tersebut akan dibangun melalui jalur induk dari Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), menuju Pulau Lepeh hingga ke Desa Hanaut.
Akhyannoor menilai jalur ini akan menjadi pusat distribusi utama yang mampu menjangkau wilayah pesisir secara lebih merata.
“Di Bagendang itu akan menjadi orbit utama. Kita optimistis penerangan seluruh wilayah Kotim bisa terwujud dengan baik,” ujarnya usai rapat bersama Regional PLN di Gedung B kantor Bupati Kotim, kemarin.
Ia mengungkapkan, tahapan penyeberangan jaringan saat ini tengah dipersiapkan dan ditargetkan mulai berjalan dalam waktu tiga bulan ke depan.
“Ini sedang berproses semua, baik administrasi maupun teknis. Target kita, tiga bulan ke depan penyeberangan sudah bisa dilaksanakan,” tegas legislator Gerindra itu.
Di sisi lain, pihak PLN menargetkan pembangunan jaringan, khususnya tower listrik, dapat diselesaikan dalam waktu 3 hingga 4 bulan sejak April.
Target ini dinilai cukup realistis, namun tetap membutuhkan pengawasan agar tidak terjadi keterlambatan di lapangan.
Mantan tenaga pendidik di wilayah Samuda itu juga menyoroti kondisi akses menuju lokasi proyek.
Akhyannoor menyebut, akses di Kecamatan Pulau Hanaut relatif lebih mendukung dibanding wilayah lain seperti Kecamatan Kota Besi, yang kerap terkendala jalan perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun faktor alam.
“Akses di Hanaut masih ada, meski perlu perhatian. Jangan sampai persoalan jalan menjadi penghambat utama proyek ini,” katanya.
Dari sisi teknis, ia memastikan pembangunan jaringan dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan jalur sungai.
Kabel listrik akan dipasang di atas, bukan di bawah air, dengan ketinggian yang telah disesuaikan terhadap debit air.
“Sudah diperhitungkan, ketinggian aman di kisaran 33 sampai 35, sehingga tidak mengganggu aktivitas sungai.
Dengan kapasitas mencapai 100.000 kWh, kita harapkan tahun ini masyarakat di Kecamatan Pulau Hanaut sudah bisa menikmati listrik,” pungkasnya. (fin/fin)














