GERBANGDESA.COM, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Eddy Mashamy, menilai wilayah selatan Kotim memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat industri kelapa yang terintegrasi dan berdaya saing.
Wilayah yang mencakup Kecamatan Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, dan Teluk Sampit dinilai memiliki keunggulan alami berupa lahan pasang surut yang sangat cocok untuk budidaya kelapa dalam.
Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa rakyat terluas di daerah.
“Selatan Kotim ini ibarat ‘sabut kelapa’ daerah kita, dengan potensi besar yang belum dimaksimalkan secara industri,” ujar Eddy Mashamy, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, kelapa dalam yang dihasilkan petani setempat memiliki kualitas unggul, terutama dari sisi rendemen minyak yang tinggi serta daging buah yang lebih tebal dibandingkan kelapa hibrida.
Potensi ini dinilai sangat strategis jika didorong ke arah pengolahan industri.
Dari sisi konektivitas, kawasan selatan juga memiliki keunggulan geografis.
Pulau Hanaut dan Teluk Sampit memiliki akses pesisir yang memudahkan distribusi melalui jalur laut, sementara Mentaya Hilir Utara dan Selatan berada di koridor Jalan HM Arsyad yang memperlancar mobilisasi hasil panen.
“Ini modal penting untuk membangun rantai pasok yang efisien dari petani hingga ke pasar,” kata mantan Camat Pulau Hanaut itu.
Eddy menekankan perlunya pergeseran pola usaha, dari sekadar menjual kelapa bulat atau kopra mentah menuju pengembangan industri hilir berbasis konsep zero waste.
Menurutnya, hampir seluruh bagian kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi.
Produk utama yang dapat dikembangkan antara lain minyak goreng kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), santan instan, hingga tepung kelapa.
Selain itu, limbah seperti tempurung dan sabut dapat diolah menjadi arang, karbon aktif, cocopeat, dan cocofiber, sementara air kelapa bisa diolah menjadi nata de coco atau minuman kemasan.
“Kalau dikelola dengan benar, tidak ada bagian kelapa yang terbuang. Semua bisa menjadi sumber ekonomi baru,” tegas legislator PAN itu.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah melalui penguatan kelompok tani, pembangunan infrastruktur produksi, serta kemudahan investasi bagi pelaku usaha dan BUMDes.
Ia juga mendorong adanya pendampingan dalam sertifikasi produk agar mampu menembus pasar modern.
Eddy optimistis, dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan investor, wilayah selatan Kotawaringin Timur tidak hanya menjadi penghasil kelapa, tetapi juga berkembang sebagai pusat industri kelapa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (fin/fin)














