GERBANGDESA.COM, Sendawar – Sepinya penumpang jasa travel di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) saat arus mudik Lebaran tahun ini dinilai dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama. Perubahan preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi menjadi salah satu penyebab turunnya minat terhadap layanan travel darat.
Seorang sopir travel di Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Taufik, mengungkapkan bahwa kehadiran bus DAMRI dengan jadwal keberangkatan yang pasti membuat masyarakat lebih memilih moda tersebut. Menurutnya, kepastian waktu menjadi pertimbangan penting bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan secara efisien.
Selain bus DAMRI, sebagian masyarakat juga beralih ke transportasi air. Pilihan ini dinilai lebih nyaman dibandingkan perjalanan darat yang harus melewati kondisi jalan yang rusak di sejumlah titik. Infrastruktur yang kurang memadai membuat perjalanan darat menjadi lebih lama dan tidak nyaman.
Kondisi jalan yang rusak disebut menjadi faktor krusial yang memengaruhi penurunan jumlah penumpang travel. Selain memperlambat waktu tempuh, kerusakan jalan juga meningkatkan risiko selama perjalanan, sehingga masyarakat mencari alternatif transportasi yang dianggap lebih aman.
Dampak dari kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para sopir travel yang mengalami penurunan pendapatan. Mereka kini harus bersaing dengan moda transportasi lain yang lebih diminati masyarakat, baik dari sisi kenyamanan maupun kepastian jadwal.
Meski menghadapi tantangan, para sopir tetap berharap adanya perhatian dari pemerintah, khususnya dalam perbaikan infrastruktur jalan. Mereka optimistis, jika kondisi jalan membaik, minat masyarakat untuk kembali menggunakan jasa travel darat akan meningkat.(*/d)















