GERBANGDESA.COM, Sampit – Dua anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Mashamy dan Abdul Kadir, melakukan kunjungan kerja ke Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Mitra MHU LKD, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Selasa (11/11/2025). Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung tata kelola lembaga keuangan desa yang dikenal sebagai salah satu yang paling maju di wilayah selatan Kotim.
Bumdesma Mitra MHU LKD resmi berdiri pada 18 Januari 2017. Sebelumnya, lembaga ini bernama Bumdesma Mitra Smart, namun karena aturan pendaftaran badan hukum di aplikasi Kementerian Desa PDTT tidak memperbolehkan penggunaan bahasa Inggris, maka pada 2022 berganti nama menjadi Bumdesma Mitra MHU LKD, dan kini telah terdaftar di Kemenkumham RI.
“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan dan kegigihan Ibu Jumiatun, SE, selaku direktur. Berkat tangan dinginnya, Bumdesma ini berkembang pesat dan bahkan menjadi yang terbaik di wilayah selatan Kotim,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPRD Kotim, Eddy Mashamy, saat meninjau lokasi.
Bumdesma Mitra MHU LKD merupakan hasil transformasi dari program Eks PNPM Mandiri Perdesaan menjadi Lembaga Keuangan Desa (LKD). Fokus utama lembaga ini adalah mengelola dana bergulir untuk membantu permodalan masyarakat di tujuh desa wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
Dalam laporan keuangannya, Bumdesma Mitra MHU pernah mencatat surplus lebih dari Rp18 juta pada 2021. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada 182 rumah tangga miskin (RTM) di tujuh desa. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga kurang mampu.
Pada laporan keuangan tahun 2023, Bumdesma berhasil meraih Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp11.256.300. Direktur Bumdesma, Jumiatun, menjelaskan bahwa usaha utama yang dikelola saat ini adalah Unit Simpan Pinjam, yang menjadi tulang punggung kegiatan ekonomi masyarakat desa. Unit ini memberikan pinjaman modal usaha kepada masyarakat dengan sistem bergulir dan menghasilkan pendapatan dari jasa pinjaman.
Selain unit inti, Bumdesma Mitra MHU juga mengembangkan beberapa unit usaha tambahan, seperti Mini Market “MHU Mart”, Agen BNI 46, dan MHU Finance. Meski unit perdagangan sempat mengalami penurunan, namun unit simpan pinjam dan pembiayaan justru mencatatkan peningkatan pendapatan signifikan pada periode 2021–2022.
Pada tahun 2024, Bumdesma mengalokasikan 35 persen dari SHU untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus. Langkah ini dilakukan agar tata kelola lembaga semakin profesional, akuntabel, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Laporan pertanggungjawaban keuangan juga rutin disampaikan melalui Musyawarah Antar Desa (MAD), terakhir dilakukan pada April 2024 dan dibuka langsung oleh Camat Mentaya Hilir Utara.
Menutup kunjungan, Abdul Kadir mengungkapkan apresiasi atas kemajuan yang telah dicapai. “Bumdesma Mitra MHU LKD telah membuktikan bahwa dengan transparansi dan komitmen, dana eks PNPM bisa tumbuh menjadi lembaga keuangan desa yang mandiri dan menguntungkan. Surplusnya kini bahkan mencapai hampir ratusan juta rupiah per tahun,” ujarnya.
Ke depan, DPRD Kotim mendorong agar model pengelolaan seperti yang diterapkan Bumdesma Mitra MHU LKD dapat direplikasi di kecamatan lain. Dengan tata kelola yang baik dan semangat pemberdayaan, Bumdesma bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa dan bukti nyata keberhasilan transformasi program pemerintah di tingkat akar rumput. (fin/nrh)















