Mesin canggih sudah ada, tapi listrik lemah jadi penghambat. DPRD desak Pemkab Kotim segera mengambil langkah konkret.
GERBANGDESA.COM, Sampit – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Akhyannoor , menyoroti belum beroperasinya mesin penggilingan padi modern yang berada di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Menurutnya, fasilitas yang seharusnya membantu petani itu justru belum dimanfaatkan karena terkendala pasokan listrik.
Akhyan, sapaan akrab politisi Partai Gerindra ini, menyebutkan bahwa mesin tersebut sudah lama tersedia, namun tak bisa difungsikan karena lemahnya aliran listrik di desa tersebut. Kondisi itu menyebabkan alat modern yang digadang-gadang bisa meningkatkan kualitas hasil panen petani masih terbengkalai hingga kini.
“ Kendalanya ada pada daya listrik yang lemah. Mesin penggilingan padi modern belum bisa dijalankan karena travo dan jaringan listrik yang ada tidak mencukupi,” ujar Akhyannoor kepada awak media, Kamis (13/11/2025).
Sebagai legislator Daerah Pemilihan (Dapil) III , Akhyan mendorong pemerintah daerah agar segera menyelesaikan persoalan ini. Ia menilai, peningkatan kapasitas daya listrik menjadi solusi utama agar mesin penggilingan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai tujuan awalnya.
“ Kami ingin Pemkab Kotim berkoordinasi dengan PLN untuk menambah daya listrik dan mengganti jaringan menggunakan kabel berukuran besar. Jika hal ini dilakukan, petani bisa menggiling gabah dengan hasil lebih bagus dan efisien,” tegasnya.
Menurut Akhyannoor, keberadaan mesin penggilingan modern itu merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian, terutama dalam meningkatkan nilai tambah hasil panen petani lokal. Namun, tanpa dukungan infrastruktur energi yang memadai, manfaatnya tidak akan terasa.
“Jangan sampai program bagus hanya berhenti di tataran peresmian. Mesin besar ini harus segera dioperasikan agar tidak mubazir dan benar-benar membantu masyarakat,” tambahnya.
Politikus Gerindra itu juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan perangkat desa agar persoalan listrik di Lampuyang dapat segera terselesaikan. Ia menilai, pembenahan sistem kelistrikan pedesaan merupakan bagian dari pemerataan pembangunan.
Akhyan berharap, paling lambat tahun 2026 mendatang , mesin penggilingan padi modern di Desa Lampuyang sudah bisa beroperasi penuh. “Petani sudah menunggu lama. Kita berharap ini bisa segera berjalan agar hasil panen mereka bisa diolah secara maksimal,” tutupnya. (fin/nrh)















