Gerbang Desa – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dianggap sebagai salah satu wadah untuk melanjutkan pendidikan terutama melalui jalur non formal.
Meskipun di tengah-tengah masyarakat masih kurang dilirik keberadaannya. Namun, mampu menjadi solusi baagi generasi putus sekolah agar tetap mendapat pendidikan ketika ingin melanjutkan ke formal.
Pendidikan keseteraan ini ada sejumlah program yang ditawarkan misalnya, kejar paket A setara jenjang SD, kejar paket B setara jenjang SMP, dan kejar paket C setara jenjang SMA.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), sudah ada 13 PKBM telah operasional walaupun tidak semua mengantongi akreditasi melalui Badan Akreditasi Nasional (BAN) Kalteng.
“Itu menunjukan bahwa keberadaan pendidikan non formal peran dan perkembangannya cukup baik untuk membantu pemerintah daerah terutama dalam hal menuntaskan pendidikan,” kata Ketua DPD Forum Komunikasi PKBM Kotim Suhaibi, kemarin.
Adapun 13 kegiatan belajar masyarakat yakni, PKBM Kelapa Gading Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, PKBM Hidayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara, PKBM Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, PKBM Nurul Jannah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, PKBM Harati Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Selanjutnya, PKBM Smart Education Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, PKBM Tinduk Kecamatan Baamang, PKBM Mentaya Estetika Sampit Kecamatan Baamang, PKBM Annur Kecamatan Baamang.
Kemudian, PKBM Satria Jaya Kecamatan Baamang, PKBM Eka Marewei Hampumpung Kecamatan Kota Besi, PKBM Palampang Tarung Kecamatan Cempaga dan PKBM Sinar Tualan Kecamatan Parenggean.
“Ada yang dikelola oleh dinas pendidikan kabupaten yakni, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kotim, lembaga ini sudah akreditasi A, kalau yang 13 PKBM itu statusnya swasta,” ungkap Suhaidi.
Supaya PKBM terus berkembang setiap tahun, dirinya sangat mendorong terutama terhadap pemerhati pendidikan agar membentuk di kecamatan lainnya.
“Data sementara ini paling banyak di wilayah perkotaan seperti di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang, kami harapkan ada juga dipelosok,” harap Suhaidi. (fin)















