SAMPIT – Aroma skandal tanah mengguncang Desa Bapinang Hilir Laut. Puluhan warga mendesak kades dan kepala padang mundur, lantaran diduga mengalihkan lahan rakyat ke tangan pejabat dan aparat.
Suasana di Desa Bapinang Hilir Laut (BHL), Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, memanas pada Senin pagi (29/9/2025). Puluhan warga berbondong-bondong mendatangi balai desa, menuntut kepala desa mereka, Kadriansyah, segera mundur dari jabatannya.
Aksi demonstrasi itu dipicu oleh dugaan manipulasi pembagian tanah di wilayah perbatasan antara Desa BHL yang dikenal dengan sebutan Kelampan dan Desa Bantian. Dalam orasinya, para pendemo menuding tanah yang seharusnya menjadi hak masyarakat justru dialihkan untuk oknum pejabat kecamatan dan aparat penegak hukum.
“Kades dan kepala padang mulai hari ini dan seterusnya tidak boleh lagi menjabat, ganti semua!” teriak salah seorang pendemo dengan lantang, memicu sorak dukungan massa.
Selain menuntut mundurnya kades, warga juga mendesak agar Kepala Padang, yang bertanggung jawab dalam pembagian lahan, segera diganti. Mereka menilai keberadaan pejabat desa saat ini tidak lagi berpihak pada kepentingan masyarakat.
Meski tensi sempat meninggi, aksi berjalan damai. TNI/Polri bersama staf kecamatan yang diwakili Kasi Trantib serta pasukan Batamad ikut berjaga ketat memastikan situasi tetap kondusif.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa BHL, Kadriansyah, belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon hanya berujung pada nada sambung “tut-tut” tanpa jawaban.
Gelombang protes ini menjadi sinyal keras bahwa kepercayaan publik terhadap pemimpin desa tengah berada di ujung tanduk. Warga menunggu kejelasan, sementara kades justru memilih bungkam. (fin/fin)














