Gerbang Desa – Bangunan SDN 2 Ramban di Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kotim, Kalteng, kondisinya memprihatinkan dan ini membuka mata hati. Di sisi lainnya, berdampak pada murid yang sedang menuntut pendidikan di sekolah tersebut.
Plafon rusak berat, meubelair bahkan lantai keramik terkelupas, hal ini membuat baik murid maupun guru sudah merasa kurang nyaman berada di dalam ruangan kelas.
Disamping itu, jumlah guru terbatas. Rinciannya, 2 berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1 tenaga honorer sekolah. Sedangkan kelas yang tersedia hanya 3 ruang. Dari 3 kelas ini ada 1 digunakan untuk 2 kelas dan 1 kantor untuk dewan guru, itupun jauh dari kata layak.
Yang lebih memprihatinkan, hampir seluruh ruangan kelas baik di plafon maupun lantai keramik terkelupas, sehingga tidak enak dipandang mata dan tentunya sedikit akan mempengaruhi konsentrasi belajar.
“Kami sudah berusaha mengusulkan bantuan baik melalui dinas pendidikan kabupaten bahkan perusahaan yang ada di sekitar desa maupun kecamatan, namun belum ada respon,” ujar Kepala SDN 2 Ramban Rusliansyah, kemarin.
Dia menilai bahwa warga sekolahnya tentu akan merasa iri dengan kondisi sekolah lainnya, karena bangunan jauh lebih bagus jika dibandingkan sekolah yang dipimpinnya.
“Kalau dibanding dengan bangunan sekolah lain, sekolah kami ini sepertinya kurang perhatian, meskipun kami sudah berupaya maksimal mengajukan proposal bantuan perbaikan,” katanya.
Terpisah, Koordinator Pengawas Disdik Kecamatan MHU Muhammad Aini menuturkan, pihaknya juga sudah melaporkan kepada pejabat berwenang tentang kondisi bangunan SDN 2 Ramban.
“Pada saat ada kegiatan, kami sempat mengajak pa bupati dan pa sekda untuk melihat kondisi bangunan sekolah, mereka menyarankan agar dibuatkan proposal pengajuan,” ujar Aini via telepon.
Aini menyebutkan, pejabat tinggi di Pemkab itu mengaku prihatin dengan kondisi bangunan sekolah. Bahkan, kata dia, bisa dibantu melalui anggaran perubahan untuk tahun anggaran 2023.
“Kami harapkan, semoga apa yang dijanjikan itu bisa terelisasi pada tahun ini, mengingat kami juga prihatinkan akan kondisi bangunan yang memang sudah tahunan belum tersentuh pembangunan,” pungkasnya. (*)














