GERBANGDESA.COM, Sampit – Apa yang selama ini hanya dipandang sebagai bagian dari karakteristik lingkungan gambut di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, justru menjadi sumber rasa ingin tahu dua siswi SMAN 2 Sampit.
Keduanya mencoba mengeksplorasi air gambut melalui penelitian untuk melihat kemungkinan pemanfaatannya sebagai sumber energi listrik alternatif.
Gagasan tersebut lahir dari pengamatan sederhana terhadap lingkungan sekitar. Kedua siswi kemudian mengembangkan rasa penasaran itu menjadi eksperimen dengan merancang alat dan melakukan pengujian bersama pendampingan guru.
Mereka ingin mengetahui sejauh mana karakteristik air gambut dapat dimanfaatkan dalam proses menghasilkan energi listrik.
Kepala SMAN 2 Sampit, Kodarahim, mengatakan penelitian tersebut menjadi contoh bahwa ide ilmiah dapat muncul dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan siswa.
“Ketika melihat kondisi air gambut, mereka kemudian tertarik untuk mengetahui apakah ada kemungkinan lain yang bisa dipelajari dari air tersebut. Dari situlah muncul ide untuk melakukan percobaan terkait energi listrik,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, nilai penting dari penelitian tersebut bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga proses yang dijalani siswa.
Mulai dari mengamati, menyusun gagasan, membuat rancangan, melakukan pengujian hingga mengevaluasi kekurangan.
“Anak-anak mencoba sendiri prosesnya, mulai dari membuat rancangan, melakukan pengujian sampai melihat hasilnya. Kalau masih ada yang belum sesuai, tentu menjadi bahan untuk diperbaiki lagi,” katanya.
Kodarahrim menegaskan, penelitian air gambut sebagai sumber listrik alternatif tersebut masih dalam tahap eksplorasi sehingga belum dapat dianggap sebagai teknologi yang siap diterapkan secara luas.
Pengembangan alat, metode dan pengujian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui potensi sekaligus keterbatasannya.
Meski demikian, ia berharap keberanian siswa mengeksplorasi potensi lingkungan dapat terus berkembang menjadi penelitian yang lebih matang.
“Harapannya penelitian ini tidak berhenti sampai di sini. Kalau memang masih ada yang bisa dikembangkan, silakan dilanjutkan dengan pengujian dan penyempurnaan. Yang penting siswa terus memiliki rasa ingin tahu dan berani mencoba,” pungkasnya. (sgt/fin)















