Rasakan Jadi Warga Desa! Kampung Susu Lawu Magetan Tawarkan Wisata Alam Unik dan Edukatif

GERBANGDESA.COM, Magetan – Desa Wisata Kampung Susu Lawu (Dewi KSL) yang berada di kawasan Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terus berinovasi untuk menarik minat wisatawan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan paket wisata berbasis alam yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung kehidupan masyarakat desa.

Inisiator paket wisata Dewi KSL, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa program tersebut diberi nama “Jika Aku Jadi Orang Desa.” Melalui paket ini, wisatawan diajak terlibat langsung dalam aktivitas sehari-hari warga setempat.

“Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat-lihat, tetapi juga ikut merasakan kehidupan desa, seperti memerah susu sapi secara tradisional, memberi pakan rumput segar, hingga memanen sayuran di kebun,” ujarnya di Magetan, Minggu.

Program wisata yang mulai dikembangkan dalam dua tahun terakhir ini ternyata mendapat sambutan positif dari para pengunjung. Konsep wisata alam yang tenang dan sejuk di lereng Gunung Lawu dinilai menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk dunia digital.

Sri Wahyuni mengatakan, ide pengembangan wisata ini muncul dari potensi alam yang dimiliki Singolangu. Udara yang sejuk serta dukungan sektor pertanian dan peternakan membuat kawasan tersebut dinilai sangat cocok untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif berbasis alam.

“Melihat kondisi alam yang mendukung dan potensi peternakan sapi perah yang besar, kami berharap Kampung Susu Lawu bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Keunikan lain dari paket wisata ini adalah keterlibatan langsung warga dalam menyambut para wisatawan. Masyarakat Singolangu turut berperan aktif dalam menciptakan suasana desa yang ramah dan nyaman sesuai konsep Sapta Pesona.

Saat ini, sekitar 30 rumah warga telah disiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi para peserta program. Dengan begitu, wisatawan dapat merasakan pengalaman hidup layaknya penduduk desa.

“Kami ingin para tamu tidak hanya sekadar berkunjung, tetapi benar-benar tinggal dan merasakan kehidupan masyarakat di desa,” jelasnya.

Seiring meningkatnya minat wisatawan, pengelola Desa Wisata Kampung Susu Lawu juga terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas. Langkah ini dilakukan agar kenyamanan dan sarana edukasi bagi pengunjung tetap terjaga.

Untuk jangka pendek, pengelola fokus memperbaiki fasilitas yang sudah ada. Sementara dalam jangka panjang, mereka berencana membangun homestay yang lebih representatif bagi wisatawan.

“Kami ingin promosi yang dilakukan sejalan dengan kualitas pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada para pengunjung,” tambahnya.

Selama ini, wisatawan yang datang ke Kampung Susu Lawu tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai kota besar seperti Surabaya, Solo, hingga Jakarta.

Pengelola berharap paket wisata “Jika Aku Jadi Orang Desa” semakin dikenal luas sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan. Dampaknya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa setempat.

Sebagai informasi, Singolangu merupakan salah satu sentra produksi susu sapi perah di Magetan. Selain sebagai kawasan peternakan, wilayah ini juga dikembangkan menjadi desa wisata dengan ikon Kampung Susu Lawu yang mengusung konsep eko-eduwisata.

Sejak diresmikan pada akhir tahun 2020, Kampung Susu Lawu mengalami perkembangan pesat. Jumlah sapi perah yang semula sekitar 100 ekor kini meningkat menjadi sekitar 1.000 ekor.

Selain dijual sebagai susu segar, sekitar separuh dari hasil produksi susu juga diolah menjadi berbagai minuman dan makanan olahan dengan beragam varian rasa yang menyesuaikan selera pasar. (*/f)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post