JAKARTA, gerbangdesa.com – Nasib pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens tak jelas sejak pesawat yang diterbangkannya dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Paro, Nduga, Pegunungan Papua, pada 7 Februari 2023. Beberapa kali TNI-Polri mengadili untuk membebaskan pilot Selandia Baru dari sandera KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya.
Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Baru-baru ini, KKB pimpinan Egianus Kogoya mengancam akan menembak Philips jika pilot Susi Air tidak dibebaskan. Lewat media sosial, mereka mengancam akan menembak Philips pada Sabtu (7/1/2023).
Terkait ultimatum tersebut, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan pihaknya akan terus menjaga komunikasi dengan keluarga Egianus Kogoya. Tujuannya, pihak keluarga menyuruh Egianus Kogoya untuk bisa menahan emosinya dan bisa berkomunikasi dengan aparat keamanan.
Kapolda juga meminta Plt Bupati Nduga membantu membebaskan sandera tawanan KKB pimpinan Egianus Kogoya. “Diharapkan Plt Bupati Nduga yang baru dilantik bisa membangun komunikasi aktif agar kelompok Egianus tidak lagi menuntut hal-hal yang mengatasnamakan mereka,” kata Mathius Faakhiri di Jayapura, Selasa (27/6/2023). oleh Kompas.tv.
Tanggapan TNI Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan, batas waktu perundingan belum bisa ditentukan. Dia memerintahkan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Agus Suhardi untuk melanjutkan perundingan.
“Ya batas waktunya tidak bisa ditentukan, yang jelas sudah saya gerakkan Pak Pangkogabwilhan III dan Pak Pangdam untuk tetap melakukan perundingan, utamakan tokoh agama, tokoh masyarakat (30/6/2023).
Yudo mengatakan, pemerintah tetap mengutamakan negosiasi yang dilakukan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Menurut Pangdam, pemerintah tidak ingin proses likuidasi ini menggunakan kekerasan. “Ya kita tidak mau berurusan dengan kekerasan senjata karena pasti akan berdampak pada masyarakat nantinya, maka kita akan menempuh jalan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melakukan negosiasi,” kata Yudo.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan, KKB pasti sudah tahu akibatnya jika benar-benar menembak pilot Philips. “Kalau ancaman itu dilakukan, saya yakin mereka tahu akibatnya, terutama dari negara-negara yang mendukung kemerdekaan Papua,” kata Julius saat dihubungi, Jumat (30/6/2023).
Julius mengatakan, jika KKB benar-benar menembak Philips, akan memudahkan aparat keamanan memberantas kelompok teroris separatis tersebut. “Dari sisi strategi operasional akan memudahkan satgas untuk melakukan operasi,” kata Julius.
Kapuspen menyebut aparat TNI-Polri tetap mengutamakan pendekatan lunak dalam operasi pencarian Philips. (*/ary)
sumber : kompas.com














