GERBANGDESA.COM, Sampit – Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Langkap, menyoroti kondisi sejumlah sekolah yang berada di pinggir jalan lintas Trans Kalimantan. Ia meminta Dinas Pendidikan Kotim untuk memberikan perhatian khusus terhadap sekolah-sekolah tersebut, terutama di wilayah Kecamatan Kota Besi, Cempaga, Cempaga Hulu, dan Telawang.
Menurut Langkap, sekolah-sekolah di pinggir jalan itu bukan sekadar tempat belajar, melainkan etalase wajah pendidikan yang langsung terlihat oleh masyarakat luas maupun para pengguna jalan lintas provinsi.
“Sekolah-sekolah di pinggir jalan itu mencerminkan wajah pendidikan Kotim. Maka, bangunannya, lingkungan, hingga tenaga pendidiknya harus benar-benar diperhatikan,” tegas Langkap, politisi dari daerah pemilihan (dapil) IV itu pada saat Rapat Mitra Kerja Komisi III DPRD Kotim, pekan tadi.
Ia menilai, karena berada di jalur strategis lintas Trans Kalimantan yang menghubungkan Kota Palangka Raya, Katingan, Kotawaringin Barat, Sukamara, Seruyan, dan Lamandau, maka keberadaan sekolah di wilayah tersebut menjadi sorotan publik secara langsung.
Langkap menekankan bahwa pembangunan dan perawatan infrastruktur sekolah di jalur utama itu tidak boleh diabaikan, baik dari sisi bangunan, fasilitas, maupun kondisi para guru dan siswa.
“Empat kecamatan itu berada di jalur lintas utama, setiap hari dilalui ribuan kendaraan. Kalau sekolahnya tampak kumuh, itu mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan kita,” ujarnya.
Sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan, Komisi III DPRD Kotim, kata Langkap, akan terus mendorong agar program pembangunan dan rehabilitasi sekolah dapat lebih merata dan berkeadilan, tidak hanya berfokus di wilayah perkotaan.
“Kami dari Komisi III berharap, Dinas Pendidikan bisa menjadikan sekolah di pinggir jalan sebagai prioritas pembangunan. Itu bukan hanya soal fisik, tapi juga soal citra dan kualitas pendidikan di Kotim,” pungkasnya. (fin/nrh)















