GERBANGDESA.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat penataan perkebunan kelapa sawit rakyat sebagai pilar ekonomi daerah melalui kemitraan dengan Yayasan Solidaritas Network Indonesia.
Langkah ini diarahkan untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, sehingga manfaat sektor agraris dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Bupati Kotim, Halikinnor, menegaskan bahwa potensi sawit rakyat harus dikelola secara bertanggung jawab.
“Kita ingin pekebun tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek utama yang berdaya dan terlindungi,” ujarnya, kemarin.
Pemerintah menyiapkan program sekolah lapangan, pendampingan teknis, serta praktik budidaya ramah lingkungan untuk meningkatkan kapasitas petani swadaya.
Sebagai fondasi pembenahan, Pemkab Kotim mengakselerasi pendataan dan pemetaan lahan guna mendukung digitalisasi e-pekebun dan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).
Legalitas tersebut menjadi pintu masuk menuju sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), standar wajib nasional untuk memastikan daya saing sekaligus kepatuhan terhadap aspek lingkungan.
Halikinnor juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim mengambil peran sentral sebagai koordinator teknis.
“Setiap kerja sama harus terukur, terintegrasi, dan memberi manfaat nyata tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya alam,” tegasnya.
Pemerintah Kotim ingin memastikan setiap intervensi benar-benar berdampak langsung bagi pekebun.
Di sisi lain, penataan tata kelola dibarengi penguatan penegakan hukum. Kapolres Kotim, Resky Maulana Zulkarnain, menegaskan komitmen menindak praktik penjarahan sawit.
“Kami mengedepankan langkah preventif, tetapi tindakan tegas akan diambil jika pelanggaran terus terjadi,” katanya.
Sinergi antara legalitas lahan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan jaminan keamanan diharapkan membangun ekosistem sawit rakyat yang produktif, berdaya saing, serta berkelanjutan.
Kotim menargetkan model tata kelola ini menjadi fondasi kuat bagi kesejahteraan pekebun sekaligus pelestarian lingkungan di masa depan. (fin/abs)















