Kolaborasi Tani Kotim Hadirkan Beras Itah untuk Pasar Sendiri

GERBANGDESA.COM, Sampit – Petani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memperkenalkan produk beras lokal bertajuk Beras Itah. Peluncuran babak ini menjadi baru setelah sebelumnya Beras Siam Epang Sampit dari daerah tersebut mengantongi sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tahun 2022.

Kini, para petani berupaya memperluas identitas beras lokal agar semakin dikenal dan diminati masyarakat sendiri.

Inisiatif Beras Itah digerakkan oleh Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Kotawaringin Timur (KTNA) melalui kolaborasi dengan Gapoktan Sinar Harapan Desa Lempuyang dan Badan Usaha Milik Petani Mina Tani Andalan.

Sinergi ini tidak hanya menitikberatkan pada produksi, tetapi juga pada pengemasan dan pemasaran agar beras lokal memiliki daya saing yang lebih kuat.

Ketua KTNA Kotim, Zultianur, menegaskan peluncuran Beras Itah merupakan langkah strategis untuk mengangkat citra beras daerah yang selama ini kurang terekspos.

“Selama ini beras lokal kita kurang dikenal, padahal kualitasnya pulen dan tidak kalah bersaing. Kami ingin masyarakat bangga mengonsumsi hasil panen daerah sendiri,” katanya, kemarin.

Menurutnya, dominasi beras dari luar daerah seperti Pagatan dan Jawa membuat produk lokal kerap terpinggirkan. Padahal dari sisi rasa dan mutu, beras Kotim dinilai mampu bersaing di pasar.

Pada tahap awal, KTNA menargetkan distribusi sekitar 10 ton yang akan menjangkau seluruh kecamatan di Kotim, dengan proses pengolahan yang memungkinkan daya simpan hingga tiga bulan tanpa menurunkan kualitas.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur , Permata Fitri, menilai kehadiran Beras Itah mencerminkan kemandirian petani yang semakin berkembang.

“Ini bukti bahwa petani kita tidak hanya memproduksi, tetapi juga membangun usaha secara mandiri dari hulu hingga hilir,” ujarnya, ketika dikonfirmasi via telepon.

Beras Itah bukan sekadar produk pangan, melainkan simbol kebangkitan ekonomi lokal. Di tengah persaingan pasar yang ketat, langkah petani Kotim menunjukkan bahwa kekuatan daerah dapat tumbuh ketika kolaborasi dan kepercayaan terhadap potensi sendiri menjadi fondasi utama. (fin/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post