GERBANGDESA.COM, Malang – Kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan ditutup sepenuhnya selama dua hari dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi 2026. Kebijakan ini membuat seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut dihentikan sementara.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap umat yang menjalankan ibadah Nyepi. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga ketenangan serta kelestarian lingkungan di kawasan konservasi.
Penutupan akan diberlakukan mulai 19 hingga 20 Maret 2026. Selama periode tersebut, tidak ada aktivitas wisata yang diperbolehkan masuk ke area taman nasional. Hanya kegiatan tertentu yang bersifat darurat atau memiliki izin khusus yang tetap diperkenankan.
“Kami menutup seluruh kegiatan wisata agar pelaksanaan Nyepi berlangsung khidmat tanpa gangguan,” jelasnya.
Setelah masa penutupan berakhir, kawasan wisata Bromo akan kembali dibuka pada 21 Maret 2026 mulai pukul 12.00 WIB. Wisatawan pun diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak terdampak kebijakan ini.
Pihak pengelola juga mengajak pelaku usaha wisata dan masyarakat untuk mendukung kebijakan tersebut. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai keagamaan dan budaya, langkah ini juga penting dalam menjaga keberlanjutan alam di kawasan Bromo.
Dengan adanya penutupan sementara ini, diharapkan keseimbangan antara pariwisata dan pelestarian lingkungan tetap terjaga. (*/f)















