DPRD Kotim Soroti Pengawasan Produk Pangan, Eddy Mashamy Tekankan Prinsip KLIK bagi Konsumen

GERBANGDESA.COM, Sampit – Menjelang perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, aktivitas belanja masyarakat biasanya akan terlihat meningkat signifikan. Di tengah ramainya pasar dan maraknya promo, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Mashamy, mengingatkan warga agar menjadi konsumen yang cerdas dan kritis demi melindungi kesehatan keluarga dari ancaman pangan kedaluwarsa atau tidak layak konsumsi.

“Momen hari raya adalah waktu berbagi kebahagiaan. Jangan sampai terganggu oleh masalah kesehatan akibat kelalaian saat berbelanja,” tegasnya, kemarin.

Politisi dari Partai Amanat Nasional yang juga wakil rakyat Daerah Pemilihan 3 Kotim itu menyoroti potensi kecurangan yang kerap muncul saat permintaan pasar melonjak.

Menurutnya, tingginya kebutuhan bahan pokok dan panganan Lebaran bisa saja dimanfaatkan oknum untuk mengedarkan stok lama.

“Permintaan tinggi jangan sampai membuka celah bagi praktik curang yang merugikan konsumen,” ujar Eddy yang juga pernah menjabat sebagai Camat Pulau Hanaut ini.

Ia menekankan agar masyarakat lebih waspada terhadap paket parcel atau hampers yang sulit diperiksa satu per satu tanggal kedaluwarsanya.

Selain itu, promo besar bertajuk cuci gudang dengan harga sangat miring patut dicermati.

“Harga murah tidak boleh mengorbankan keselamatan. Jangan tergiur diskon jika masa simpan tinggal menghitung hari,” katanya mengingatkan.

Eddy juga mendorong penerapan prinsip KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), setiap kali berbelanja.

Konsumen diminta memastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak penyok, berkarat, atau kembung, serta segel tidak rusak.

Label harus terbaca jelas, memiliki izin edar resmi dari BPOM (MD/ML) atau P-IRT, dan mencantumkan tanggal kedaluwarsa yang tidak buram atau dicetak ulang.

“Ketelitian adalah benteng pertama perlindungan keluarga,” tegasnya.

Tak hanya produk kemasan pabrikan, ia juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat membeli kue kering kiloan atau takjil.

Warna yang terlalu mencolok dan aroma tengik patut diwaspadai sebagai indikasi bahan berbahaya atau kualitas yang menurun.

Ia menyarankan warga berbelanja di ritel terpercaya dengan sistem manajemen stok yang baik.

Lebih jauh, Eddy meminta masyarakat tidak ragu menegur pengelola toko atau melaporkan temuan pangan berbahaya kepada pihak berwenang seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan maupun Dinas Kesehatan setempat.

“Kesehatan keluarga adalah prioritas utama. Ketelitian kita saat berbelanja adalah bentuk kasih sayang terbaik di hari yang fitri,” pungkasnya. (fin/abs)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post