GERBANGDESA.COM, Sampit – Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Syauqie, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan di Kalimantan Tengah. Upaya ini dilakukan karena provinsi tersebut masih tercatat memiliki ruas jalan rusak terpanjang di Indonesia sehingga memerlukan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Syauqie menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur jalan di Kalteng telah dibahas dalam berbagai forum nasional, termasuk dalam Rapat Dengar Pendapat dengan kementerian terkait. Dalam forum tersebut, pihaknya mendorong pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan dan perbaikan jalan di wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Syauqie saat melakukan kunjungan kerja di Sampit. Selain meninjau kondisi daerah, kunjungan itu juga bertujuan memastikan kesiapan layanan transportasi darat dan laut menjelang arus mudik Lebaran agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Menurutnya, kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas dan medan yang menantang menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan infrastruktur membutuhkan perhatian lebih. Meski demikian, percepatan pembangunan tetap bergantung pada kemampuan fiskal negara yang saat ini masih dalam tahap penguatan.
Syauqie optimistis dalam beberapa tahun ke depan kondisi tersebut dapat berubah. Ia berharap dalam dua hingga tiga tahun mendatang status Kalimantan Tengah sebagai daerah dengan jalan rusak terpanjang dapat berkurang melalui pembangunan yang berkelanjutan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Dalam kunjungan tersebut, Syauqie juga menyalurkan bantuan sosial berupa pembagian lebih dari seribu paket beras kepada masyarakat kurang mampu. Program yang merupakan bagian dari kegiatan Ramadan yang diinisiasi oleh Partai Amanat Nasional itu diharapkan dapat membantu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat selama bulan suci.(*/d)















