Desa Sei Ijum Raya Usulkan 189 Ha Cetak Sawah, Bidik Realisasi 2026

Enam kelompok tani terlibat, lahan APL sudah siap. Kini tinggal menunggu lampu hijau Pemprov Kalteng.

SAMPIT – Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, menaruh harapan besar pada usulan cetak sawah seluas 189 hektare yang kini tengah diajukan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan melibatkan enam kelompok tani dan status lahan yang sudah beralih menjadi Area Penggunaan Lain (APL), pemerintah desa optimistis realisasi program ini bisa terwujud pada tahun 2026.

Kepala Desa Sei Ijum Raya, Mohammad Samsul, mengungkapkan bahwa usulan cetak sawah seluas 189 hektare telah resmi diajukan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurutnya, lahan tersebut sudah dipetakan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kotawaringin Timur (Kotim) dan status kawasan telah beralih menjadi Area Penggunaan Lain (APL), sehingga secara regulasi memungkinkan untuk dijadikan lahan pertanian produktif.

“Usulan cetak sawah ini melibatkan enam kelompok tani (Poktan). Semua sudah masuk dalam ploting Dinas Pertanian dan Peternakan Kotim dan telah diajukan ke provinsi. Mudah-mudahan bisa disetujui dan terealisasi pada tahun 2026 mendatang,” ujar Samsul, Rabu (24/9/2025).

Ia menegaskan, cetak sawah ini difokuskan untuk komoditas padi, sebagai bagian dari program mendukung swasembada pangan daerah. Meski demikian, Samsul berharap program tersebut tidak berdampak negatif terhadap sektor lain, baik lingkungan maupun sosial masyarakat.

“Kami ingin program ini berjalan lancar tanpa menimbulkan masalah lain. Prinsipnya, bagaimana tanah ini bisa bermanfaat untuk petani dan kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya.

Dengan adanya rencana cetak sawah ini, Desa Sei Ijum Raya optimistis dapat menjadi salah satu lumbung pangan baru di wilayah selatan Kotim. Realisasi program ini tinggal menunggu persetujuan dan tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Kalteng.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, untuk Kabupaten Kotawaringin Timur, luas panen padi mencapai sekitar 9.162,54 hektare, dengan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 29.745,75 ton pada data terakhir yang tersedia.

Pemerintah setempat telah menetapkan program cetak sawah baru sebesar 4.261 hektare sebagai salah satu upaya optimasi produksi padi wilayah.

Dengan latar itu, usulan 189 hektare di Desa Sei Ijum Raya tetap relatif kecil dibanding total target dan cakupan wilayah Kotim, namun punya makna strategis jika dijalankan dengan baik. (fin/fin)

Related Post