![]() |
| Program pengayaan yang diselenggarakan disalah satu sekolah dasar di Sampit, Kotim, Kalteng. |
Gerbang Desa– Selama bulan suci Ramadan 1443 Hijriyah, masing-masing sekolah dasar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengadakan berbagai kegiatan tentang keagamaan. Salah satunya mengenai pesantren Ramadan.
Hanya saja, dari ratusan sekolah dasar yang mengadakan pesantren Ramadan, ternyata hanya ada 3 sekolah mengadakan program pengayaan. Program itu hanya ditujukkan kepada peserta didik kelas 6 untuk memperdalam materi pelajaran.
“Yang membuat laporan mengadakan program pengayaan hanya ada 3 sekolah, itupun hanya di Sampit yakni, SDN 3 MB Hulu, SD Islam Baiturrahim dan SDIT Arafah Sampit,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim melalui Kepala Seksi Kurikulum dan Pembinaan SD, Edie Sucipto, kemarin.
Program pengayaan ini, menurutnya, memang tidak ada paksaan kepada peserta didik kelas 6. Hanya saja, tambah Edie, sesuai kalender pendidikan bahwa 23 Mei 2022 akan diadakan ujian sekolah, sehingga dengan mengikuti program pengayaan maka calon peserta ujian sekolah nantinya dianggap akan lebih siap mengikuti ujian tersebut.
Materi yang disampaikan pada program pengayaan diambil dari kelas 4 dan diadakan selama 14 hari, sebab, materi itu hanya ada beberapa peserta didik terutama yang sudah duduk dibangku kelas 6 yang mampu mengingat materi kelas 4 tersebut, sehingga harus diulang.
“Yang jelas, program pengayaan ini harus ada izin dari orang tua wali siswa masing-masing dan tidak ada paksaan kepada peserta didik apakah mau mengikuti program tersebut atau sebaliknya,” tegas Edie.
Program pengayaan dapat dilakukan melalui 4 cara yakni,
1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok adalah sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan tugas untuk memecahkan permasalahan nyata. Selain itu, secara kelompok peserta didik dapat diminta untuk menyelesaikan sebuah proyek atau penelitian ilmiah.
2. Belajar Mandiri
Belajar Mandiri adalah secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati, menjadi tutor bagi teman yang membutuhkan.
3. Pembelajaran Berbasis Tema
Pembelajaran berbasis tema adalah pembelajaran dengan cara memadukan kurikulum di bawah tema besar, sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antar berbagai disiplin ilmu.
4. Pemadatan Kurikulum
Pemadatan kurikulum dilakukan dengan memberikan pembelajaran hanya pada bagian materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian akan tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh materi baru atau bekerja proyek secara mandiri sesuai kapasitasnya.
Untuk diketahui, program pengayaan adalah fokus pendalaman dan perluasan dari kompetensi yang dipelajari peserta didik yang telah melampaui kriteria ketuntasan minimal. (gd-min)
















