GERBANGDESA.COM, BANYUWANGI – Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menyebutkan, ada 12 Sekolah Dasar (SD) terpaksa ditutup karena kekurangan jumlah murid. Bahkan, ada yang di merger (digabung).
“Iya ditutup, karena memang tidak ada muridnya, sekolah yang ditutup mulai dari selatan sampai utara Kota Banyuwangi, ada juga di Gambiran, termasuk SD saya juga di merger yakni, SD Wringinrejo III,” ujar Suratno yang dilansir dari IDN Times Jatim, Jumat 25 Agustus 2023.
Salah satu syarat mengapa sekolahan itu bisa ditutup, menurutnya, mengacu pada peraturan penerimaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Di mana bantuan tersebut diberikan kepada sekolah dengan ketentuan minimal memiliki 60 murid dalam 3 tahun terakhir.
Lantaran tiga tahun terakhir (2019-2022) mengalami penurunan jumlah murid, lanjut Suratno, akibatnya, sekolah yang ditutup kemudian digabung dengan sekolahan lain yang memiliki jumlah murid lebih banyak.
“Iya, sudah 3 tahun berturut-turut muridnya kurang dari 60 orang. Untuk sekolah tersebut kita lakukan merger,” tegasnya.
Dampak ditutupnya 12 SD tersebut, tambah Suratno, cukup berdampak terhadap guru-guru yang mengajar di sekolah tersebut. Selain itu, di Banyuwangi saat ini dapat dikatakan masih terjadi kekurangan tenaga pendidik. Sehingga, atas penutupan sekolah tersebut guru akan dirotasi ke sekolahan lain.
“Nasib gurunya Gimana? Kita secara keseluruhan kekurangan guru di Banyuwangi, gampang jawabnya, tentu dirotasi dan dirasionalkan,” tandasnya. (*/fin)















