SAMPIT, gerbangdesa.com – Beban berat sepertinya sudah menunggu Camat Pulau Hanaut Deddy Jauhari. Usai menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) dengan camat yang lama Sufiansyah, ada empat permintaan program prioritas diharapkan direalisasikan.
Usulan program yang dianggap skala prioritas itu datangnya dari 14 kepala desa (Kades) Se-Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Kepada camat yang baru, kami harapkan beliau mampu memimpin dan mengarahkan kami dengan baik agar lebih maju lagi kedepannya. Kami ada usulan program skala prioritas yang kami harapkan bisa terealisasi,” ucap Ketua APDESI Pulau Hanaut Zainal Abidin kepada wartawan media siber gerbang desa usai Sertijab di Aula Kecamatan Pulau Hanaut, Kamis 2 Maret 2023.
Menurutnya, empat program skala prioritas itu memang dianggap menjadi kendala utama, sehingga 14 desa di Pulau Hanaut ini masih dinilai sebagai desa tertinggal dibandingkan dengan desa lainnya.
“Kecamatan Pulau Hanaut ini terdapat 14 desa, bahkan kecamatan kami ini dianggap sangat tertinggal, dikarenakan ada beberapa kendala yang belum bisa diatasi dengan baik,” ujar Zainal yang juga menjabat Kepala Desa Penyaguan ini.
Dia menyebutkan, empat program prioritas itu diantaranya, mengenai infrastruktur jalan, mengenai stunting, ketersediaan air bersih, dan mengenai listrik padam tiap hari tanpa diketahui sebab musababnya hingga sekarang.
“Semoga saja program skala prioritas yang kami sampaikan pada hari ini terealisasi, supaya kami bisa membangun Pulau Hanaut ini lebih baik lagi kedepannya,” harapnya.
Sementara itu, Camat Pulau Hanaut Deddy Jauhari mengaku sedikit banyak sudah mengetahui apa saja menjadi kendala pemerintah desa untuk membangun desa yakni, infrastruktur jalan, air bersih, stunting, dan listrik.
“Kecamatan Pulau Hanaut ini jauh dari jalan utama, jauh dari investor, transportasi terbatas, di tengah keterbatasan ini, tidak mungkin saya sendiri harus saling dukung semua pihak baik melalui pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat,” kata Deddy.
Untuk itu, mantan Kabag Kesra Setda Kotim ini mengharapkan sering diadakannya musyawarah antara Kades, kelembagaan desa dengan pihak kecamatan untuk sama-sama mencari solusi agar program skala prioritas tersebut bisa terealisasi secepatnnya. (fin/fin)















