Induk dan Anak Orangutan Menghilang, Belasan Sarang Ditemukan di Kebun Karet

GERBANGDESA.COM, Sampit – Keberadaan induk dan anak orangutan yang beberapa kali terlihat di kebun karet warga Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga kini belum diketahui.

Pencarian yang dilakukan BKSDA Resort Sampit belum membuahkan hasil, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sekitar kawasan yang menjadi tempat aktivitas satwa dilindungi tersebut.

Pencarian dilakukan setelah BKSDA menerima laporan warga pada Jumat (2/10/2026) pagi yang menyebutkan kedua orangutan masih terlihat di lokasi.

Sebelumnya, keberadaan induk dan anak orangutan itu juga sempat didokumentasikan pada Rabu (30/9/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas bergerak ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan menyisir kebun karet seluas kurang lebih empat hektare dengan membagi personel menjadi dua regu. Namun, induk dan anak orangutan tidak ditemukan.

Petugas justru mendapati belasan sarang, termasuk dua sarang kelas A, serta bekas umbut nanas yang telah dimakan.

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan temuan tersebut menunjukkan kawasan kebun karet masih menjadi tempat aktivitas orangutan.

“Jejak aktivitasnya cukup jelas. Kami menemukan banyak sarang dan bekas makanan orangutan di kawasan kebun,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).

Pencarian kemudian dilanjutkan ke kebun karet warga Desa Kotabesi Hulu, Kecamatan Kotabesi, yang sebelumnya juga menjadi lokasi kemunculan orangutan.

Namun, pada Jumat sore, petugas mendapati kebakaran lahan disertai asap tebal sehingga tidak berani memasuki area tersebut dan memilih melakukan pemantauan dari tepi jalan.

Pengecekan ulang pada Sabtu pagi di kedua lokasi belum membuahkan hasil.

“Sudah kami cek lagi pagi tadi, tetapi keberadaan induk dan anak orangutan belum diketahui,” kata Muriansyah.

BKSDA belum dapat memastikan apakah kedua satwa tersebut berpindah akibat gangguan kebakaran atau menuju kawasan lain.

Petugas mengimbau warga agar tidak mengejar maupun mengganggu orangutan apabila kembali terlihat, serta segera melaporkan kemunculannya kepada BKSDA agar keberadaan dan keselamatan satwa tersebut dapat dipantau. (sgt/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post