Antrean BBM Mengular di Sampit, Pertamina Klaim Stok Aman

GERBANGDESA.COM, Sampit – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih menjadi pemandangan dalam beberapa pekan terakhir.

Pengendara roda dua maupun roda empat harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar, terutama Pertalite dan Pertamax.

Pada jam-jam tertentu, antrean bahkan mengular hingga keluar area SPBU dan memakan sebagian badan jalan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena di lapangan sejumlah warga mengaku sempat mendapati stok BBM kosong ketika hendak mengisi bahan bakar.

Namun, Pertamina Patra Niaga menyatakan pasokan BBM di Kotim dalam kondisi aman.

Sales Branch Manager Pertamina wilayah Kotim, Seruyan dan Katingan, Lutfi Hariyanto, mengatakan stok yang tersedia di Depot TBBM Sampit masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Untuk kondisi stok kami, ketersediaan stok kami saat ini di depot kami itu untuk Pertalite 3.165 KL dan bisa bertahan hingga sembilan hari,” ujar Lutfi dalam rapat kerja bersama DPRD Kotim, Rabu (26/8/2026).

Selain Pertalite, stok di Depot TBBM Sampit tercatat sebanyak 1.189 kiloliter Pertamax, 3.637 kiloliter Bio Solar dan 951 kiloliter Pertamax Turbo.

Lutfi menyebut stok Pertamax diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga tujuh hari, sedangkan Bio Solar sekitar lima hari.

Meski demikian, perbedaan kondisi stok di masing-masing SPBU membuat distribusi tidak selalu dilakukan secara bersamaan.

“Mobil tangki itu kan tergantung jadwal pengiriman. Tergantung ketersediaan stok yang ada di masing-masing SPBU. Kan beda-beda. SPBU ini sudah habis, ini belum, ini habis,” jelasnya.

Menurut Lutfi, armada tangki akan diprioritaskan mengirim BBM ke SPBU yang persediaannya menipis atau habis.

SPBU yang masih memiliki stok tidak langsung mendapat pasokan tambahan.

“Kalau masih ada stoknya, masa dikirim lagi, luber nanti. Tergantung permintaan. Ketika mereka minta, kita kasih,” katanya.

Setiap SPBU mendapat pasokan sesuai kebutuhan dan tingkat penjualan, dengan alokasi Pertalite maupun Pertamax berkisar 8 hingga 24 kiloliter.

Pertamina juga menilai kepadatan antrean dipengaruhi lonjakan permintaan pada sore hari, ketika masyarakat pulang kerja dan aktivitas sekolah berakhir hampir bersamaan.

“Kalau sore hari itu dikarenakan orang pulang kerja, anak sekolah juga ada yang pulangnya sore, menumpuk di sore hari,” ujar Lutfi.

Ia menegaskan antrean panjang tidak semata-mata menunjukkan keterlambatan pasokan, sebab armada tangki harus terus bergerak melayani SPBU lain yang membutuhkan.

Kendati stok di tingkat depot dinyatakan aman, antrean panjang dan kekosongan BBM yang sesekali terjadi di sejumlah SPBU masih menjadi pekerjaan rumah dalam menjaga kelancaran distribusi hingga ke konsumen. (hmn/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post