Sejak 1997 Menunggu, Warga Desa Soren Kotim Masih Berjuang Melintasi Jalan Rusak

GERBANGDESA.COM, Sampit – Puluhan tahun berlalu, namun persoalan akses jalan masih menjadi pekerjaan rumah bagi warga Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Di tengah perkembangan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, masyarakat setempat mengaku masih harus berjuang melewati jalan rusak yang menjadi akses utama kehidupan mereka.

Bagi warga Desa Soren, kondisi jalan tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan perjalanan.

Jalan itu menjadi penghubung penting menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat bekerja, hingga jalur utama untuk membawa hasil perkebunan.

Namun hingga kini, akses tersebut masih jauh dari kondisi layak.

Warga setempat, Eef Saifullah (26), mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung sejak lama dan belum mengalami perbaikan menyeluruh meski pergantian pemimpin daerah telah beberapa kali terjadi.

“Jalan rusak ini sudah ada sejak tahun 1997, sejak masa Presiden Soeharto. Beberapa kali pergantian bupati, tetapi kondisi jalan masih seperti ini. Pernah sempat dikerjakan menggunakan alat berat, namun tidak berlanjut,” ujar Eef, Senin (22/6/2026).

Ia menyebutkan, Desa Soren berada di antara Desa Camba dan Desa Simpur. Ironisnya, akses menuju kedua desa tersebut dinilai sudah lebih baik dibandingkan jalan yang menghubungkan ke Desa Soren.

“Jarak Desa Soren hanya sekitar empat kilometer dari Desa Camba dan satu kilometer dari Desa Simpur. Tetapi kondisi jalan menuju desa kami masih tertinggal dibandingkan wilayah sekitar,” ungkapnya.

Kerusakan jalan semakin dirasakan masyarakat ketika musim hujan tiba.

Jalan yang sulit dilalui membuat perjalanan warga menjadi lebih lama dan berisiko, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas setiap hari.

Tidak hanya menghambat mobilitas, kondisi tersebut juga berdampak terhadap perekonomian warga.

Sebagian masyarakat terpaksa menggunakan jalur sungai untuk menuju kota maupun mengangkut hasil kebun karena akses darat sulit dilalui.

“Kalau melalui jalur sungai, biaya angkut cukup mahal. Bagi petani, biaya tersebut tentu sangat membebani,” kata Eef.

Menurutnya, warga Desa Soren tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap mendapatkan akses jalan yang layak agar dapat menjalankan aktivitas dengan lebih mudah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami hanya ingin hak kami sebagai warga diperhatikan. Jalan ini bukan hanya untuk bepergian, tetapi menjadi jalan bagi anak-anak sekolah, warga yang berobat, dan masyarakat yang mencari nafkah,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan memberikan solusi atas persoalan yang telah berlangsung hampir tiga dekade tersebut.

Bagi masyarakat Desa Soren, perbaikan jalan bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi tentang membuka akses menuju kehidupan yang lebih baik. (hmn/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post