GERBANGDESA.COM, Sampit – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Sampit pada Minggu pagi memicu genangan di sedikitnya 14 ruas jalan serta merendam sejumlah rumah warga. Peristiwa ini terjadi setelah hujan berlangsung sekitar tiga jam, mengganggu aktivitas masyarakat di beberapa titik perkotaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, menyebutkan genangan terjadi akibat sistem drainase yang belum optimal. Meski sebagian wilayah mulai surut, beberapa ruas seperti Jalan Pelita masih tergenang air sehingga menghambat arus lalu lintas.
Berdasarkan kaji cepat Tim Reaksi Cepat BPBD dan data BMKG Stasiun Haji Asan Sampit, hujan tercatat berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB dengan curah mencapai 65,7 mm. Angka ini tergolong tinggi dan cukup untuk memicu genangan di wilayah perkotaan.
BPBD mencatat wilayah terdampak berada di dua kecamatan, yakni Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. Di Mentawa Baru Ketapang, banjir melanda sembilan ruas jalan dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 25 sentimeter, termasuk Jalan Sampurna, Pelita, dan Soeprapto Selatan. Selain itu, beberapa kawasan permukiman di kelurahan setempat turut terdampak.
Sementara di Kecamatan Baamang, genangan terjadi di lima ruas jalan seperti Kenan Sandan, Hasan Mansur, hingga Christopher Mihing dengan ketinggian air antara 15 hingga 25 sentimeter. Sejumlah fasilitas umum dan tiga unit ruko juga dilaporkan ikut terdampak banjir.
Hingga kini, BPBD terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Petugas turut membantu pengaturan lalu lintas di titik genangan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun pengungsi, namun warga terdampak harus bersiap membersihkan rumah mereka setelah air surut. (*/d)















