GERBANGDESA.COM SAMPIT – Momen sakral upacara pengibaran bendera di Lapangan Persada, Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), mendadak tercoreng. Sang Saka Merah Putih terlepas dari genggaman pasukan pengibar, jatuh ke tanah, bahkan sempat terinjak barisan pasukan yang sedang bergerak.
Insiden itu terekam kamera ponsel peserta upacara memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Video berdurasi 38 detik tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan viral dengan jumlah tayangan mencapai 3.400 kali lebih.
Seorang saksi mata membenarkan peristiwa itu. Ia mengaku terkejut karena kejadian berlangsung begitu cepat.
“Tiba-tiba bendera jatuh, semua kaget. Untung langsung diambil dan dilipat,” ujarnya.
Meski insiden sempat membuat suasana hening, pasukan pengibar tetap melanjutkan tugas mereka. Sang Merah Putih akhirnya dikibarkan seperti biasa setelah lebih dulu dilipat kembali.
Peristiwa ini menambah daftar kelalaian dalam penghormatan terhadap bendera kebangsaan.
Publik berharap insiden serupa tidak terulang lagi, mengingat Merah Putih adalah simbol kehormatan dan harga diri bangsa yang wajib dijaga kesuciannya. (fin/fin)















