70 Persen Warga Desa Pondok Damar Masih Lestarikan Ritual Tiwah Kaharingan

Upacara adat ini menjadi wujud penghormatan terakhir kepada arwah leluhur dan simbol kebersamaan masyarakat Kaharingan.

GERBANGDESA.COM, Sampit – Keluarga besar Hasbullah di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melaksanakan ritual Tiwah, upacara sakral umat Hindu Kaharingan untuk mengantarkan arwah leluhur menuju Lewu Tatau atau surga.

Kepala Desa Pondok Damar Kenos mengatakan, sekitar 70 persen warga desa masih menganut kepercayaan Hindu Kaharingan. Menurutnya, Tiwah sudah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.

“Tiwah adalah bentuk penghormatan terakhir kepada leluhur. Sekarang sebagian perlengkapannya sudah menggunakan bahan modern, tapi makna dan tujuannya tetap sama,” ucapnya kepada wartawan disela-sela ritual, Minggu (26/10/2025).

Rangkaian ritual dimulai dengan pengangkatan tulang-belulang leluhur yang kemudian dibersihkan dan diletakkan di sangkaraya (panggung ritual). Pada puncak acara, keluarga mempersembahkan dua ekor kerbau, tiga ekor babi, dan beberapa ekor ayam sebagai hewan kurban.

Ritual dipimpin oleh pisor Janel I Antang, yang menuntun doa serta tarian suci menganjan mengelilingi sangkaraya sebanyak tujuh kali untuk memanggil dan mengantarkan roh menuju Lewu Tatau.

Setelah persembahan, tulang-belulang dimasukkan ke dalam sandung, tempat suci penyimpanan tulang. Prosesi diakhiri dengan tangisan haru dan doa keluarga sebagai simbol perpisahan dan penghormatan terakhir kepada arwah leluhur.

Tradisi Tiwah menjadi bukti bahwa di tengah arus modernisasi, masyarakat Pondok Damar tetap memegang teguh nilai-nilai spiritual dan warisan budaya leluhur mereka. (fin/fin)

Related Post