Tragedi Raya Jadi Alarm Keras, DPMD Kalteng Ingatkan Kades Jangan Lengah

GERBANGDESA.COM PALANGKA RAYA – Tragedi memilukan dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengguncang nurani bangsa. Seorang balita bernama Raya, berusia empat tahun, meregang nyawa setelah tubuh mungilnya dipenuhi cacing gelang.

Kematian Raya bukan sekadar duka satu keluarga, tetapi juga alarm keras tentang rapuhnya perhatian terhadap kesehatan anak, buruknya sanitasi lingkungan, hingga lemahnya layanan sosial di akar rumput.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kalimantan Tengah, H. Aryawan, mengatakan, peristiwa itu jangan sampai terulang di Kalteng. Ia menyoroti peran kepala desa sebagai garda terdepan yang harus peduli dan sigap menjaga kesehatan warganya.

“Kasus Raya harus menjadi pelajaran penting. Kepala desa jangan lengah terhadap kesehatan masyarakat. Kalau ada warga sakit, apalagi anak-anak, segera tangani, tindak lanjuti, dan jangan dibiarkan,” ucap Aryawan, Jumat (29/8/2025).

Ia menekankan, kades tidak boleh hanya duduk di balik meja, melainkan harus aktif mencari informasi langsung di lapangan. Sikap acuh dan menutup mata terhadap persoalan kesehatan di desa bisa berakibat fatal bagi generasi mendatang.

“Pemerintah sudah menjalankan program penanggulangan stunting, gizi buruk, sanitasi, dan kesehatan dasar masyarakat. Tinggal bagaimana desa benar-benar mengawal implementasinya,” ujarnya.

Menurut Aryawan, kasus cacingan yang berujung maut adalah bukti bahwa penyakit yang terlihat sederhana bisa menjadi tragedi besar bila diabaikan.

Ia mengingatkan bahwa kesehatan anak-anak tidak hanya soal layanan medis, tetapi juga berkaitan dengan kesadaran hidup bersih, pola asuh keluarga, dan kepedulian sosial di tingkat desa.

“Anak-anak adalah masa depan desa. Tragedi di Sukabumi harus membuka mata kita semua. Jangan tunggu ada korban baru di Kalteng untuk sadar bahwa kesehatan warga adalah prioritas,” tandasnya. (fin/fin)

Related Post