GERBANGDESA.COM, Sampit – Persoalan banjir di Kecamatan Baamang kembali menuai sorotan tajam. Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Dadang Siswanto, menilai tidak ada perbaikan signifikan dari pemerintah daerah dalam menangani persoalan yang terus berulang setiap musim hujan.
“Ini bukan kejadian baru. Dari dulu polanya sama, banjir datang, lalu hilang tanpa solusi yang menyentuh akar masalah,” ujarnya kepada wartawan media siber gerbangdesa.com, kemarin.
Ia menegaskan, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya penataan drainase dan sistem sanitasi di kawasan perkotaan.
Sejumlah titik seperti Jalan Cristopher Mihing dan Jalan Walter Condrad disebutnya sebagai lokasi langganan genangan.
“Kalau hujan turun, titik-titik itu pasti tergenang. Bahkan di kawasan perumahan pun tak luput. Ini menunjukkan ada yang salah dalam perencanaan infrastruktur kita,” tegas Dadang.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil III Baamang–Seranau, ia mengingatkan bahwa program penataan drainase sebenarnya telah menjadi bagian dari visi kepala daerah. Namun hingga kini, implementasinya dinilai belum maksimal.
“Programnya sudah ada, masuk dalam visi kepala daerah. Tapi realisasinya belum terlihat jelas di lapangan,” katanya.
Melalui Fraksi PAN, Dadang mendorong agar pada tahun 2027 pemerintah daerah menyusun perencanaan yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
Ia berharap upaya tersebut mampu menghentikan siklus banjir tahunan yang merugikan masyarakat.
“Kami tidak pernah berhenti menyuarakan ini setiap tahun. Harapan kami sederhana, ada langkah nyata dan terukur agar banjir tidak lagi menjadi cerita yang terus berulang,” pungkasnya. (fin/fin)














