GERBANGDESA.COM, Gunungkidul – Dusun Wota Wati berada di wilayah Kemantren Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dusun tersebut direvitalisasi dan mulai berjalan sejak Juni 2024.
Penataan kawasan permukiman ini dilakukan untuk mengubah citra desa yang dikenal dengan penyinaran matahari singkat menjadi destinasi wisata terpadu berbasis arsitektur dan pengalaman budaya.
Program penataan didukung Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp5 miliar pada 2024. Revitalisasi difokuskan pada penyelarasan fasad rumah warga menggunakan bata merah ekspos serta pembangunan gapura bergaya klasik di setiap hunian.
Lurah Pucung, Estu Dwiyono, mengatakan program tersebut tidak sekadar mempercantik lingkungan, tetapi menjadi strategi pengembangan ekonomi desa melalui sektor pariwisata.
Rumah-rumah warga yang telah direnovasi direncanakan berfungsi sebagai homestay, melengkapi fasilitas camping ground serta kawasan pertanian dan peternakan wisata yang sedang disiapkan.
Menurut Estu, konsep arsitektur yang diterapkan terinspirasi dari akulturasi budaya masa Majapahit dan awal Mataram Islam, sekaligus tetap mempertahankan karakter khas Yogyakarta sebagai identitas lokal.
Penataan Wota Wati juga mendapat dukungan pelaku pariwisata daerah. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, GKR Bendara, menilai revitalisasi ini sejalan dengan pengembangan pariwisata berkualitas yang menekankan pengalaman dan nilai budaya, bukan sekadar daya tarik visual.
Revitalisasi direncanakan berlangsung bertahap selama tiga tahun dengan target renovasi 79 rumah.
Program ini berfokus pada penataan bangunan yang sudah ada, termasuk perbaikan pagar dan penyelarasan desain kawasan, guna menciptakan lingkungan yang harmonis dan bernilai estetika tinggi.
Pemerintah desa berharap penataan tersebut tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis pariwisata lokal. (*/d)
Sumber: detiktravel















