JATENG, gerbangdesa.com – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng Musta’in Ahmad menyebutkan bahwa lebih dari 120.000 produk di Jawa Tengah (Jateng), telah mengantongi sertifikat halal.
Sedangkan target hingga 2024 ada 209.000 produk yang mendapatkan sertifikat halal, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Untuk menjawab tantangan kekinian mengenai lifestyle yang bergerak ke produk halal, UMKM harus mendapat perhatian khusus,” ucap Musta’in di sela-sela penyerahan sertifikat halal kepada Pringsewu Restaurant Group di Purwokerto, Kabupaten Banyumas yang dilansir dari kompas.com, Senin 21 Agustus 2023.
Dalam hal ini, lanjutnya, Kemenag memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM agar mendapat sertifikat halal melalui para penyuluh agama di berbagai daerah. Adapun jenis produknya berupa oleh-oleh khas daerah.
Selain untuk menjawab kebutuhan pasar, tambah Musta’in, pemberian sertifikat halal itu untuk melindungi produk lokal dari gempuran produk-produk luar negeri yang membanjiri Indonesia.
“Arus barang yang sedemikian mudah dan banyak bisa menggilas produk lokal. Namun di sisi lain, produk lokal yang tidak mendapat pendampingan, bersih, sehat, halal, sulit masuk ke luar negeri,” tegasnya.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Prof KH Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto Prof Dr Moh Roqib mengatakan, sampai saat ini telah mengeluarkan lebih dari 400 sertifikat halal melalui lembaga sertifikasi di bawah kampus.
Sementara itu, Direktur Pringsewu Restaurant Group Toto Sutrisno berharap, ke depan akan semakin banyak produk, khususnya kuliner yang mendapatkan sertifikasi halal. (*)















