DPRD Kotim Soroti Pendangkalan Sungai Ganggu Aktivitas Bongkar Muat Pasar Samuda

GERBANGDESA.COM, Sampit – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Hafiz, menyoroti kondisi pendangkalan sungai di sekitar Pelabuhan Pasar H. Umar Hasyim, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Kondisi tersebut dinilai semakin mengganggu aktivitas bongkar muat barang yang sebelumnya menjadi urat nadi kegiatan ekonomi masyarakat Samuda dan sekitarnya.

Hafiz mengatakan, pendangkalan sungai sudah terjadi cukup lama. Namun, dampaknya kini semakin terasa terutama pada saat air Sungai Mentaya surut.

Perahu-perahu angkutan barang tidak lagi bisa merapat langsung ke pelabuhan pasar, sehingga bongkar muat terpaksa dipindahkan ke titik lain yang lebih jauh.

“Ketika air surut, kondisi pendangkalan sangat jelas terlihat. Bahkan saat air pasang pun, perahu angkutan barang tetap tidak bisa menggunakan pelabuhan seperti sebelumnya,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Menurut politisi PDI Perjuangan dari Dapil III itu, pelabuhan pasar ini merupakan satu-satunya titik bongkar muat yang paling strategis dan selama ini menjadi andalan masyarakat serta pedagang.

Aktivitas bongkar muat yang terganggu tidak hanya merugikan pelaku usaha, tetapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal.

Ia menegaskan pentingnya pengerukan Sungai Mentaya, terutama di sekitar pelabuhan pasar tersebut. “Kalau pelabuhan ini kembali berfungsi optimal, tentu pendapatan asli daerah (PAD) juga meningkat karena aktivitas ekonomi bergerak,” jelasnya.

Hafiz berharap agar pemerintah daerah memasukkan program pengerukan sungai ini ke dalam prioritas pembangunan, minimal mulai tahun depan.

Ia menilai hal ini bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi berbasis wilayah pesisir sungai yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat Samuda.

“Kami mendorong agar ini menjadi perhatian serius. Jangan sampai sarana yang sudah ada justru tidak termanfaatkan karena pendangkalan dibiarkan berlarut,” pungkasnya.

Dengan kondisi pendangkalan yang semakin parah, DPRD meminta pemerintah daerah segera melakukan kajian teknis dan penanganan lapangan sehingga fungsi pelabuhan dapat dipulihkan seperti semula.

Energi ekonomi Samuda, kata Hafiz, tidak boleh berhenti hanya karena akses utama logistik terganggu. (fin/nrh)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post