Desa Bapanggang Raya Memperingati Haul Syekh Basiri Bin Sayidullah di Makam Keramat Lenggana

Gerbang Desa – Salah satu daya tarik Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), adanya makam keramat lenggana Syekh Basiri Bin Sayidullah.

Letak makam keramat lenggana berada di Jalan HM Arsyad Km 22 atau berjarak sekitar 100 meter sebelum jembatan Lenggana.

Jembatan itu dibangun di perbatasan antara Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan Desa Bagendang Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

Supaya keberadaan makam keramat lenggana diketahui secara luas, Pemerintah Desa Bapanggang Raya memperingati haulan setiap bulan Safar menurut kalender islam.

Mereka mengundang habib dan ustaz baik yang ada di Kota Sampit, Kotim, Kalteng, dari Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan luar kalimantan.

Pada Sabtu, 25 September 2021 haulan itu mengundang Pimpinan Majelis Rasulullah SAW Kalteng, Habib Ahmad Alhabsyi dan juga dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Putra Borneo, Sampit, Muhammad Yusuf Alhodromy.

Kepala Desa Bapanggang Raya Syahbana menuturkan, keberadaan makam keramat lenggana sudah mulai dikenal masyarakat umum secara luas, bahkan kedatangan peziarah hampir setiap minggu terutama menjelang akhir pekan.

“Biasanya, peziarah paling banyak yang datang mulai Jumat, Sabtu dan Minggu. Ada yang dari Sampit, Palangka Raya, Kuala Pembuang, Pangkalan Bun, bahkan rombongan dari Banjarmasin, Kalsel,” ujarnya, kemarin.

Foto Hak Cipta : gerbangdesa.com

Mengenai fasilitas umum disekitar makam keramat masih perlu pembenahan dan penambahan. Misalnya, lahan parkir masih belum luas. Sedangkan kebersihan sudah terjaga dengan baik bahkan toilet dan tempat berwudhu juga sudah tersedia.

Meskipun makam keramat lenggana Syekh Basiri Bin Sayidullah letaknya berada di wilayah Desa Bapanggang Raya, bukan berarti harus menjadi perhatian khusus untuk membangun pelbagai fasilitas umum menggunakan dana desa.

Disisi lainnya, diharapkan peran aktif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, membantu dari segi anggaran untuk pembangunan fasilitas penunjang bahkan mempromosikan secara luas. Sebab, kedepannya keberadaan makam keramat diwacanakan sebagai wisata religi.

Apabila wacana tersebut terlaksana, secara garis besarnya akan meningkatkan perekonomian warga desa. Mereka bisa berjualan aneka kuliner, kembang dan cenderamata (buah tangan) untuk para peziarah, misalnya peci (kupiah) dan tasbih buatan warga Desa Bapanggang Raya. (gd-min)

Tags

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Tinggalkan Balasan

Related Post