Gerbang Desa – Tradisi budaya yang masih dilestarikan para nelayan laut pandaran dipesisir Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hingga sekarang adalah Simah Laut.
Menurut informasi nelayan laut Pandaran, simah laut ini sudah menjadi sebuah tradisi budaya turun temurun bagi warga kampung nelayan yang ada disekitar Desa Ujung Pandaran. Kampung nelayan itu berada di dusun kalap paseban dan dusun kalap gadur.
Umumnya, tradisi ini hanya diadakan menjelang akhir tahun. Bahkan, tradisi budaya ini sudah menjadi agenda tahunan di pemerintah daerah melalui dinas kebudayaan dan pariwisata setempat.
Seiring berkembangnya zaman, pemerintah daerah menyerahkan agenda itu kepada pemerintah desa setempat untuk melanjutkan program tersebut.
Kemudian, pemerintah desa ujung pandaran menganti nama program itu menjadi ‘Selamatan Kampung Nelayan’. Meskipun beda sebutan, tujuannya sama yakni, bentuk syukur kepada alam.
1. Memasang tenda;
2. Membersihkan pantai;
3. Membuat perahu atau sampan kecil;
4. Menyiapkan sesaji;
5. Menghadirkan tetua adat;
Penjelasannya,
1. Memasang beberapa tenda disekitar pantai, selain digunakan untuk berteduh dan istirahat, tenda bisa juga digunakan untuk meletakkan sesaji yang telah disiapkan;
2. Membersihkan pantai dilakukan secara bergotong royong melibatkan para nelayan yang hadir pada kegiatan simah laut;
3. Membuat perahu atau sampan kecil ini difungsikan untuk menyimpan sesaji sebelum perahu atau sampan kecil di larung ke laut;
4. Sesaji menu tradisional misalnya, apam, cucur, bubur putih dan merah, hingga berbagai kue ketan lainnya. Selain itu, daging ayam, daging kambing dan daging sapi.
5. Tetua adat tugasnya memimpin jalannya upacara simah laut seraya membacakan doa-doa untuk keselamatan.
Proses ritual adat simah laut ini tidak hanya sampai disitu, konon ada larangan yang harus dipatuhi para nelayan yakni, selama 3 hari tidak diperkenankan melakukan kegiatan melaut untuk menangkap ikan. (gd-min)
Tonton video selengkapnya















