Gerbang Desa – Membaca judul artikel jurnalistik di atas, banyak yang berpikiran bagaimana konsepnya bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah bisa dijadikan sebagai tempat wisata. Namun bagi pemerintah daerah, hal itu bisa saja terwujud karena mereka punya anggaran besar.
Wacana untuk menjadikan TPA sampah yang berada di Kilometer 14 Jalan Jenderal Sudirman atau bisa disebut Jalan Sampit-Pangkalan Bun datangnya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).
DLH Kotim sudah membuat konsep itu yakni, sampah akan dikelola menjadi bernilai ekonomis terutama sampah yang berbahan plastik untuk dijadikan polyester atau nylon pembuatan kostum sepak bola.
Selain itu, membuat kolam ikan pemancingan, di mana di dalam kolam itu nantinya akan dimasukan ikan sebagai pembuktian bahwa ikan tetap hidup walaupun lahannya adalah tempat sampah.
Konsep selanjutnya, di sekitar area TPA akan dibangunkan sejumlah café dan gazebo untuk wisatawan karena akan disuguhkan berbagai produk UMKM lokal.
“Lahan yang kami siapkan 5 hektar, sedangkan yang diperlukan kurang lebih satu hektar,” ucap Kepala DLH Kotim H Machmoer saat dibincangi penulis gerbangdesa.com, kemarin.
Mengingat lahan yang dibutuhkan kurang lebih satu hektar, tentunya masih ada beberapa hektar yang tersisa. Nah, sisanya itu nantinya akan dijadikan tempat penumpukan sampah, di mana sampah itu akan dipilih terutama sampah plastik untuk dikelola menjadi polyester.
Untuk melakukan pemilahan sampah yang menggunung terutama sampah plastik, ini tentunya akan menyedot tenaga kerja yang cukup banyak, tentunya diharapkan dan diutamakan merekrut tenaga lokalan.
Sedangkan dari segi anggaran diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kotim, sedangkan DLH Kotim hanya sebatas pengelola di lapangan.
“Ini konsep DLH Kotim, perizinan sudah diurus dan mudah-mudahan pada tanggal 17 Agustus 2022 sudah diadakan peletakan batu pertama, kami juga memastikan Juli 2023 tempat wisata di TPA Sampah di Km 14 itu sudah dioperasionalkan,” tutup Machmor yang juga pernah menjabat Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman Kotim ini. (gd-min)
















