Staf Ahli Menhut Buka Suara soal Rekaman Viral dengan Wabup Kotim, Ini Klarifikasinya

GERBANGDESA.COM, Sampit – Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antarlembaga, Fahrizal Fitri, menyampaikan klarifikasi terkait rekaman percakapannya dengan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, yang beredar luas di media sosial.

Klarifikasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resminya, @fahrizalfitri, Jumat (16/10/2026) malam, menyusul polemik batalnya kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Sampit pada Rabu (14/10/2026).

Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik itu, Fahrizal menyatakan keberatan atas tersebarnya percakapan yang menurutnya bersifat pribadi.

“Saya menyayangkan dan merasa kecewa karena percakapan yang beredar tersebut merupakan percakapan pribadi antara saya dan Ibu Wakil Bupati. Itu satu hal yang sangat tidak etis,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa rombongan Menteri Kehutanan harus melanjutkan perjalanan ke Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat untuk menghadiri rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting.

Fahrizal turut meluruskan informasi mengenai agenda kunjungan tersebut. Menurut keterangannya, Irawati tidak pernah meminta dirinya maupun pihak kementerian mengatur pertemuan dengan relawan atau mengadakan makan malam.

Ia menyebut kunjungan Menteri Kehutanan ke Sampit tetap direncanakan pada kesempatan berikutnya.

Terkait kondisi karhutla, Fahrizal menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak.

“Karhutla ini merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, relawan, swasta, dan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Irawati mengungkapkan kekecewaannya setelah rombongan Menteri Kehutanan tidak jadi meninjau penanganan karhutla di Kotim, sementara jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menunggu untuk membahas kondisi kebakaran.

Dalam rekaman percakapan tersebut, Irawati menyampaikan keluhan mengenai kondisi masyarakat dan perjuangan relawan yang bertugas memadamkan api.

“Gimana, Pak, masyarakat saya, Pak? Masyarakat saya kasihan, nggak digubris, Pak,” ucapnya.

Ia juga menyebut tiga relawan dilaporkan meninggal dunia dan meminta perhatian lebih besar terhadap keselamatan petugas di lapangan.

Dalam percakapan yang sama, Fahrizal mengaku belum menerima informasi mengenai Forkopimda Kotim yang menunggu rombongan menteri maupun kabar relawan yang menjadi korban.

Ia menyampaikan keprihatinan dan berjanji meneruskan keluhan Irawati.

Hingga klarifikasi disampaikan, persoalan tersebut mencakup dua hal, yakni beredarnya percakapan pribadi dan harapan pemerintah daerah agar penanganan karhutla mendapat perhatian lebih besar.

Adapun kebutuhan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan relawan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran serta perlindungan masyarakat terdampak. (hmn/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post