GERBANGDESA.COM, Sampit – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menghadapi tantangan berat.
Hampir seluruh wilayah berupa lahan gambut, sementara sumber air sulit ditemukan dan akses menuju sejumlah titik panas (hotspot) sangat terbatas.
Kapolsek Pulau Hanaut Iptu Purwono mengatakan, karakteristik gambut membuat api sulit dikendalikan. Kondisi diperparah karena air pasang tidak mencapai lokasi kebakaran.
“Hampir seluruhnya gambut. Air pasang juga tidak sampai ke hotspot, sehingga kami kesulitan air,” kata Purwono saat diwawancarai usai melakukan pemadaman di wilayah Desa Bapinang Hulu, Kamis (8/10/2026).
Petugas bahkan telah melakukan pengeboran (sumur bor) di beberapa titik untuk mencari sumber air. Namun, hingga kedalaman sekitar 40 meter, air belum ditemukan.
“Sudah beberapa kali dibor sampai 40 meter, tetapi belum dapat air. Kami masih terus berupaya,” ujarnya waktu itu didampingi Danposramil, Sekcam dan Kasi Tantib Pulau Hanaut.
Akses menuju lokasi juga menjadi kendala serius. Jalur utama sekitar 5 kilometer hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sedangkan sejumlah titik harus ditempuh dengan berjalan kaki hingga sekitar 7 kilometer.
“Kalau berjalan kaki, bisa sampai satu hari untuk pergi-pulang,” ungkapnya.
Di tengah masih ditemukannya sejumlah hotspot, Purwono mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Jangan buka ladang dengan cara membakar. Ada maklumat dan sanksi hukum,” tegasnya. (fin/fin)














