GERBANGDESA.COM, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Eddy Mashamy, mendesak percepatan eksekusi pembangunan jaringan listrik tegangan menengah 20 Kv di Kecamatan Pulau Hanaut.
Desakan ini merupakan tindak lanjut dari kesimpulan rapat koordinasi di Gedung B Setda Kotim pada Selasa sore, 7 April 2026.
“Material sudah tersedia di lapangan. Tidak ada alasan untuk menunda. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian listrik,” tegasnya.
Eddy menyatakan dukungan penuh terhadap langkah eksekusi fisik pembangunan tower jaringan tersebut.
Menurutnya, ketersediaan listrik yang andal merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa terus ditunda.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, ini soal keadilan. Warga Pulau Hanaut berhak mendapatkan layanan listrik yang layak,” ujarnya.
Terkait kendala administratif berupa gangguan pada aplikasi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Eddy mendorong adanya langkah diskresi yang terukur.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah dan pihak PLN tetap menjalankan komunikasi paralel dengan dinas terkait, termasuk memproses perizinan secara manual sebagai bentuk itikad baik.
“Jangan sampai persoalan teknis aplikasi menghambat kebutuhan mendesak masyarakat,” kata mantan Camat Pulau Hanaut itu.
Sebagai wakil rakyat, Eddy menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan percepatan ini agar tetap memiliki dasar hukum yang kuat.
Ia tidak ingin langkah yang diambil demi kepentingan publik justru menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kami di DPRD akan memastikan kebijakan ini tetap aman secara hukum, tetapi juga berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Ia juga meminta PLN segera menyusun linimasa kerja yang jelas dan terukur pasca rapat koordinasi.
Menurutnya, pengawasan di lapangan perlu melibatkan camat dan kepala desa agar proses mobilisasi material hingga pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan sosial.
“Kami ingin melihat progres nyata, bukan hanya perencanaan di atas kertas,” ujarnya.
Eddy menekankan bahwa percepatan pembangunan jaringan listrik 20 Kv di Kecamatan Pulau Hanaut memiliki dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia memastikan DPRD Kotim akan terus memantau realisasi di lapangan.
“Setelah instruksi eksekusi diberikan, harus ada pergerakan alat dan pekerjaan nyata. Rakyat tidak boleh terus hidup dalam keterbatasan listrik,” pungkasnya. (fin/fin)















