GERBANGDESA.COM, Jakarta – IPB University menegaskan bahwa limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah ekonomi. Ketersediaannya yang melimpah di Indonesia menjadi peluang strategis untuk mendorong pemanfaatan limbah secara optimal melalui inovasi dan teknologi ramah lingkungan.
Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB, Yanto Santosa, menyampaikan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa tanpa pengelolaan yang tepat, limbah tersebut justru berpotensi menimbulkan masalah ekologis.
Pemanfaatan limbah sawit, lanjutnya, tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat penerapan ekonomi sirkular, serta berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan. Hal ini mempertegas posisi kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional dengan konsep zero waste atau tanpa limbah.
Dalam implementasinya, pemerintah dinilai memiliki peran penting untuk mendorong optimalisasi pengelolaan limbah sawit. Salah satunya melalui kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan berbagai lembaga riset guna mempercepat inovasi di sektor ini.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menilai bahwa istilah “limbah” pada industri sawit kurang tepat. Menurutnya, seluruh bagian dari kelapa sawit, baik produk utama seperti CPO dan CPKO maupun produk sampingan, memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan.
Ia juga menyoroti regulasi lingkungan yang masih mengategorikan sebagian produk turunan sawit sebagai limbah, bahkan limbah B3. Kondisi ini dinilai menjadi hambatan dalam pengembangan industri. Jika regulasi tersebut diperbaiki, pemanfaatan produk sampingan sawit diyakini akan semakin berkembang, meningkatkan devisa, membuka lapangan kerja, serta menekan emisi karbon sehingga industri sawit menjadi lebih berkelanjutan.(*/d)















