Produktivitas Jagung di Desa Sumbermulyo Meningkat Berkat Inovasi Pertanian Organik

GERBANGDESA.COM, Bantul – Upaya inovasi di sektor pertanian terus berkembang di tingkat desa. Di Desa Sumbermulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, para petani mulai mengoptimalkan penggunaan pupuk organik dalam budidaya jagung.

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kesuburan tanah serta mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Kelompok Tani Sidomakmur 3 di Pedukuhan Derman menjadi salah satu penggerak utama penerapan sistem pertanian tersebut. Para petani memanfaatkan pupuk organik yang dikombinasikan dengan pupuk kimia dalam jumlah terbatas.

Pada tahap awal penanaman, pupuk organik digunakan dalam porsi lebih besar untuk memperkuat kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman jagung secara alami.

Ketua Kelompok Tani Sidomakmur 3, Munawar, menjelaskan bahwa pemupukan jagung dilakukan secara bertahap selama satu musim tanam.

Dalam satu hektare lahan, petani biasanya menggunakan sekitar 50 kilogram pupuk urea, 20 kilogram pupuk ponska, serta pupuk KCL yang diberikan pada tahap perawatan tanaman.

Sementara itu, pada masa tanam awal, penggunaan pupuk organik bisa mencapai sekitar tiga kuintal per hektare.

Ketersediaan pupuk organik relatif mudah diperoleh oleh petani setempat karena bahan bakunya berasal dari limbah kandang ternak yang diolah menjadi kompos.

Pola pemanfaatan sumber daya lokal ini menjadi bagian dari inovasi pertanian berbasis komunitas yang mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kemandirian petani.

Melalui pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan tersebut, kelompok tani yang mengelola lahan sekitar 17,39 hektare mampu mencapai produktivitas jagung hingga rata-rata 13 ton per hektare dalam bentuk jagung pipil kering.

Dari total lahan tersebut, sekitar delapan hektare secara rutin ditanami jagung pada musim tanam kedua dan ketiga, sementara sisanya dimanfaatkan untuk padi serta tanaman palawija lainnya sesuai kondisi pengairan.

Keberhasilan penerapan pertanian organik ini bahkan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada 2014, lahan jagung di wilayah tersebut dinilai oleh tim dari pemerintah pusat dan berhasil meraih peringkat kedua nasional berkat produktivitas yang tinggi.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi pertanian berbasis komunitas dapat menjadi model pengembangan pertanian desa yang produktif sekaligus berkelanjutan. (*/d)

Sumber: Antara News

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post