GERBANGDESA.COM, Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan satwa liar.
Seekor orangutan betina bernama Ira, diperkirakan berusia 20 tahun dengan berat sekitar 28 kilogram, ditemukan di kawasan hutan bekas terbakar di Jalan Sahabat, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Rabu (14/10/2026).
Setelah ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB, Ira akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 19.30 WIB.
Penemuan Ira bermula ketika seorang warga bernama Kamilus melihat orangutan tersebut berada di tanah saat menuju kebunnya.
Menyadari kehadiran manusia, satwa dilindungi itu langsung memanjat pohon. Kamilus kemudian menghubungi Sabinus Jehemat, yang selanjutnya berupaya meminta bantuan petugas.
Proses penyelamatan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses jalan berlubang, akar pohon melintang, hingga kepulan asap karhutla.
Jarak lokasi dari tepi Jalan Tjilik Riwut Kilometer 9 juga harus ditempuh dengan perjalanan sekitar 15 menit.
Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan penyelamatan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) dan sejumlah aktivis lingkungan di Sampit.
“Saat ditemukan, orangutan ini berada di area bekas kebakaran. Kami menduga kebakaran membuatnya keluar dari habitat asal untuk mencari tempat yang lebih aman dan memperoleh makanan,” ungkap Muriansyah.
Setelah dievakuasi, Ira direncanakan dibawa ke kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Pangkalan Bun untuk menjalani penanganan lebih lanjut sesuai prosedur konservasi.
Di sekitar lokasi, kemunculan orangutan juga menimbulkan kekhawatiran warga karena sejumlah tanaman nanas dan kelapa di kebun dilaporkan mengalami kerusakan.
Namun, warga memilih melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada pihak berwenang agar tidak membahayakan orangutan maupun manusia.
“Kami tahu orangutan ini dilindungi undang-undang. Jadi, ketika ditemukan, kami tidak mengganggunya, tetapi langsung melapor agar ditangani pihak yang bertanggung jawab,” kata Sabinus Jehemat.
Muriansyah mengungkapkan, sepanjang Agustus hingga Oktober 2026, BKSDA Pos Sampit telah menyelamatkan empat individu orangutan di Kotim, termasuk Ira.
Sebelumnya, petugas mengevakuasi seekor induk dan anak orangutan di Jalan Sawit Raya serta satu individu lainnya di wilayah Begendang.
Keempatnya ditemukan di kawasan terdampak karhutla, baik di lahan bekas terbakar maupun lokasi yang masih mengalami kebakaran.
Rentetan penyelamatan ini menjadi peringatan bahwa karhutla bukan hanya menghanguskan hutan, tetapi juga mengancam habitat dan kelangsungan hidup satwa liar. (hmn/fin)















