Sampit, gerbangdesa.com – Kekurangan guru tidak hanya dialami Sekolah Dasar (SD) di wilayah pedalaman Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), bahkan diperkotaan. Salah satunya di Kecamatan Baamang.
Koordinator Wilayah Disdik Baamang Sukarma mengatakan, kekurangan guru ini disikapi dengan pola merangkap mengajar guna memenuhi kebutuhan belajar murid.
“Berdasarkan laporan dari kepala sekolah di Kecamatan Baamang sangat kekurangan guru,” ucapnya kepada wartawan media siber Gerbang Desa usai monitoring dan evaluasi di aula Disdik Baamang, belum lama ini.
Ada beberapa sekolah terutama jenjang SD yang memang kekurangan guru diantaranya, SDN 2 Baamang Hulu kekurangan dua guru, SDS Annida Qolbu kekurangan dua guru, SDN 3 Baamang Tengah kekurangan dua guru, hingga SDN 9 Baamang Tengah kekurangan dua guru.
“Sebelumnya kami juga sudah monev ke seluruh SD negeri dan swasta di Baamang ini, semua laporan kepala sekolah mengenai kekurangan guru,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah agar tidak mudah untuk memutasi guru sebelum ada penggantinya.
“Ini juga jadi catatan penting, jika ada guru mau pindah, jangan sampai diberikan izin sebelum ada penggantinya. Sebab, kita tidak bisa berharap banyak melalui guru dari PPPK ini,” kata Sukarma.
Dia menambahkan, kebutuhan akan guru tidak hanya untuk SD di wilayah Kecamatan Baamang, bahkan untuk satuan pendidikan di kecamatan lainnya yang ada di Bumi Habaring Hurung tercinta ini.
Hal inilah, lanjut Sukarma, menjadi tugas bagi kepala sekolah untuk memberdayakan dengan baik guru yang ada di sekolah masing-masing, supaya proses belajar mengajar di kelas tetap berjalan lancar. (*/fin)














