GERBANGDESA.COM, Jakarta – Penumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, memicu keluhan warga akibat bau menyengat dan kondisi lingkungan yang semakin memburuk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bergerak cepat dengan menargetkan penanganan tuntas dalam waktu satu pekan ke depan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa penumpukan sampah dipicu gangguan operasional di TPST Bantar Gebang, khususnya pada zona 4A. Dampak gangguan tersebut menyebabkan distribusi dan pengangkutan sampah dari sejumlah wilayah, termasuk Kramat Jati, mengalami hambatan.
Menurut Pramono, pemerintah telah menginstruksikan jajaran terkait untuk mempercepat proses pengangkutan dan penanganan sampah di lokasi terdampak. Ia optimistis kondisi tersebut dapat segera diatasi dalam kurun waktu tujuh hingga delapan hari ke depan.
Situasi di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Tumpukan sampah di area pasar bahkan menyebabkan tembok pembatas di sisi kali jebol di dua titik, masing-masing dengan lebar sekitar 10 meter dan 2 meter. Akibatnya, sampah meluber ke lingkungan sekitar dan memperparah pencemaran.
Warga setempat mengaku terdampak langsung, terutama dari bau tidak sedap yang semakin menyengat, terlebih saat tertiup angin. Salah satu warga, Tuswadi, menyebut kerusakan tembok terjadi secara bertahap sejak dua bulan terakhir, dengan kerusakan terbaru terjadi pada pertengahan Maret.
Pemerintah diharapkan dapat segera menuntaskan persoalan ini tidak hanya melalui pengangkutan sampah, tetapi juga perbaikan infrastruktur dan sistem pengelolaan yang lebih baik. Penanganan yang cepat dan tepat dinilai penting untuk mengembalikan kenyamanan lingkungan serta mencegah dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar.(*/d)
Sumber: Detikcom















